ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kacau! Keluarga Korban Air India Terima Jenazah yang Salah

Senin, 28 Juli 2025 | 18:18 WIB
SL
SL
Penulis: Surya Lesmana | Editor: LES
Pasca insiden maut di Ahmedabad pada 12 Juni 2025, maskapai Air India sejauh ini telah membatalkan hingga 66 penerbangan.
Pasca insiden maut di Ahmedabad pada 12 Juni 2025, maskapai Air India sejauh ini telah membatalkan hingga 66 penerbangan. (Bloomberg)

Mumbai, Beritasatu.com - Keluarga dua korban kecelakaan pesawat Air India menyatakan bahwa mereka menerima jenazah orang asing, bukan anggota keluarga mereka sendiri.

Fiongal Greenlaw-Meek (39) dan rekannya, Jamie (45), termasuk di antara 260 orang yang tewas dalam tragedi jatuhnya pesawat Air India pada 12 Juni 2025 lalu.

Amanda Donaghey, ibu Fiongal, mengatakan bahwa segera setelah kejadian, ia terbang ke India untuk mencari jenazah putranya. Ia memberikan sampel DNA di sebuah rumah sakit di Ahmedabad guna membantu proses identifikasi.

ADVERTISEMENT

Setelah hasil tes DNA awal dinyatakan cocok, Amanda kembali ke Inggris bersama jenazah yang diyakini sebagai putranya pada 20 Juni 2025. Namun, saat keluarga bersiap menguburkan Fiongal dan Jamie bersama pada 5 Juli 2025, polisi memberi tahu bahwa hasil tes DNA di Inggris menunjukkan bahwa jenazah tersebut bukan milik Fiongal.

"Kami tidak tahu siapa yang ada di dalam peti mati itu. Saya punya firasat, tetapi tetap saja memilukan mengetahui kenyataan ini. Kesalahan ini sungguh mengerikan. Kini kami mendesak pemerintah Inggris untuk membantu menemukan jenazah Fiongal dan memulangkannya," ujar Amanda.

Masalah ini tampaknya bukan satu-satunya kasus jenazah tertukar. Media Inggris baru-baru ini melaporkan bahwa peti jenazah Shobhana Patel (71), yang juga menjadi korban kecelakaan, ternyata berisi potongan tubuh beberapa orang. Shobhana dan suaminya, Ashok (74), meninggal dunia dalam penerbangan tersebut saat hendak melakukan ziarah ke India.

"Karena alasan agama, kami harus memastikan bahwa hanya jenazah ibu saya yang berada di dalam peti mati. Identifikasi yang akurat sangat penting bagi keluarga kami," jelas Miten Patel, putra pasangan tersebut.

Shobhana dan Ashok telah dimakamkan pekan lalu di Inggris.

James Healey-Pratt, pengacara penerbangan internasional yang mewakili beberapa keluarga korban, menyatakan bahwa insiden ini memunculkan kekhawatiran tentang potensi salah identifikasi massal.

"Kami mengetahui bahwa 12 jenazah telah dipulangkan dari India ke Inggris, dan dua di antaranya salah diidentifikasi. Jika pola ini berlanjut, bisa jadi hingga 40 dari 240 jenazah mengalami salah penanganan. Ini angka yang mengkhawatirkan. Sayangnya, sejauh ini otoritas India belum menunjukkan kerja sama memadai, sehingga keluarga korban menekan Kementerian Luar Negeri dan Kantor Perdana Menteri Inggris," ujarnya.

Healey-Pratt menambahkan bahwa belum ada lembaga di Inggris yang mengambil tanggung jawab atas kesalahan tersebut.

Sementara itu, otoritas India masih menyelidiki penyebab jatuhnya pesawat Air India. Menurut laporan The Wall Street Journal pada 16 Juli, rekaman dari kotak hitam mengindikasikan bahwa sang kapten secara tidak sengaja mengubah sakelar kontrol bahan bakar dari posisi “hidup” ke “mati”.

CEO Air India, Campbell Wilson, meminta semua pihak untuk tidak berspekulasi dan menekankan bahwa proses investigasi masih jauh dari selesai.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Salah Terbangkan Pesawat, Air India Terpaksa Putar Balik

Salah Terbangkan Pesawat, Air India Terpaksa Putar Balik

INTERNASIONAL
Evakuasi Ribuan Warga, Maskapai India Mulai Buka Penerbangan

Evakuasi Ribuan Warga, Maskapai India Mulai Buka Penerbangan

INTERNASIONAL
Air India Iming-imingi Keluarga Korban Rp 384 juta agar Tak Digugat

Air India Iming-imingi Keluarga Korban Rp 384 juta agar Tak Digugat

INTERNASIONAL
Tak Ingin Pesawat Jatuh Lagi, Air India Kandangkan Boeing 787-8

Tak Ingin Pesawat Jatuh Lagi, Air India Kandangkan Boeing 787-8

EKONOMI
Panggil Keponakan Pilot Air India, Asosiasi Pilot Somasi AAIB

Panggil Keponakan Pilot Air India, Asosiasi Pilot Somasi AAIB

INTERNASIONAL
Hilang 13 Tahun, Pesawat Boeing 737 Air India Ditemukan di Tempat Ini

Hilang 13 Tahun, Pesawat Boeing 737 Air India Ditemukan di Tempat Ini

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT