ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Serangan Israel ke Qatar Tewaskan 5 Pemimpin Hamas

Rabu, 10 September 2025 | 09:21 WIB
BW
BW
Penulis: Bernadus Wijayaka | Editor: BW
Asap mengepul dari sebuah ledakan yang diduga disebabkan oleh serangan Israel, di Doha, Qatar, Selasa, 9 September 2025.
Asap mengepul dari sebuah ledakan yang diduga disebabkan oleh serangan Israel, di Doha, Qatar, Selasa, 9 September 2025. (AP/.)

Doha, Beritasatu.com - Israel menyerang markas besar kepemimpinan politik Hamas di Qatar pada Selasa (9/9/2025) ketika para tokoh penting kelompok tersebut berkumpul untuk mempertimbangkan proposal gencatan senjata AS di Jalur Gaza.

Serangan di wilayah sekutu AS tersebut menandai eskalasi yang mencengangkan dan berisiko menggagalkan perundingan yang bertujuan untuk mengakhiri perang dan membebaskan para sandera.

Serangan itu membuat marah Qatar, negara Teluk yang kaya energi yang menampung ribuan tentara AS yang telah berperan sebagai mediator utama antara Israel dan Hamas selama perang yang telah berlangsung selama 23 bulan dan bahkan sebelumnya.

Qatar mengutuk apa yang disebutnya sebagai "pelanggaran mencolok terhadap semua hukum dan norma internasional". Asap membubung di atas ibu kota Qatar, Doha. Sekutu utama AS lainnya di Teluk, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, menjanjikan dukungan mereka kepada Qatar.

ADVERTISEMENT

Hamas mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa para pemimpin puncaknya selamat dari serangan tersebut, tetapi lima anggota tingkat bawahnya tewas, termasuk putra Khalil al-Hayya  --pemimpin Hamas untuk Gaza dan negosiator utamanya-- tiga pengawal, dan kepala kantor al-Hayya.

Hamas, yang terkadang baru mengonfirmasi pembunuhan para pemimpinnya beberapa bulan kemudian, tidak memberikan bukti langsung bahwa al-Hayya dan tokoh senior lainnya selamat.

AS mengatakan, Israel telah memperingatkannya sebelum serangan. Namun, para pejabat AS  berusaha menjauhkan AS dari serangan itu. Gedung Putih mengatakan, Presiden Donald Trump yakin serangan itu merupakan "insiden yang tidak menguntungkan" yang tidak memajukan perdamaian di kawasan itu.

Sekretaris Pers Karoline Leavitt mengatakan, Trump telah berbicara dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan "menyampaikan pikiran dan kekhawatirannya dengan sangat jelas."

Ia juga mengatakan kepada para wartawan bahwa utusan Timur Tengah Steve Witkoff telah menyampaikan peringatan kepada Qatar. Namun, juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed al-Ansari, mencemooh peringatan tersebut, dengan mengatakan dalam sebuah unggahan di X bahwa peringatan itu datang tepat ketika "ledakan dari serangan Israel terdengar."

Perdana Menteri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, mengecam Netanyahu karena "menyeret kawasan itu ke tempat yang sayangnya tidak dapat diperbaiki."

Ketika ditanya dalam konferensi pers apakah perundingan gencatan senjata akan dilanjutkan, Sheikh Mohammed mengatakan bahwa setelah serangan itu, tidak ada yang valid dalam perundingan yang sedang berlangsung.

Namun, ia tidak mengatakan Qatar akan mengakhiri upaya mediasinya, dengan mengatakan "kami akan melakukan apa pun yang kami bisa untuk menghentikan perang ini."

Berbeda dengan operasi Israel sebelumnya terhadap militan senior di luar negeri, Netanyahu dengan cepat mengeklaim serangan tersebut secara terbuka. "Israel yang memulainya, Israel yang melaksanakannya, dan Israel bertanggung jawab penuh,” ujarnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kritik Kesepakatan Damai AS-Iran, Israel Disemprot Wapres JD Vance

Kritik Kesepakatan Damai AS-Iran, Israel Disemprot Wapres JD Vance

INTERNASIONAL
Geger Israel Kuasai Masjid Ibrahimi: Tabrak Perjanjian Hebron!

Geger Israel Kuasai Masjid Ibrahimi: Tabrak Perjanjian Hebron!

INTERNASIONAL
Amnesti Internasional Desak Inggris Sanksi Pejabat Tinggi Israel

Amnesti Internasional Desak Inggris Sanksi Pejabat Tinggi Israel

INTERNASIONAL
Israel-Lebanon Didorong Gencatan Senjata Lagi, Akankah Bernasib Sama?

Israel-Lebanon Didorong Gencatan Senjata Lagi, Akankah Bernasib Sama?

INTERNASIONAL
Irlandia Larang Menteri Israel Masuk ke Negaranya

Irlandia Larang Menteri Israel Masuk ke Negaranya

INTERNASIONAL
Dari Sekutu ke Lawan? AS Yakin Israel Mata-matai Lingkaran Inti Trump

Dari Sekutu ke Lawan? AS Yakin Israel Mata-matai Lingkaran Inti Trump

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon