Charlie Kirk Tewas Ditembak di Kampus Utah, Obama Ikut Mengecam
Kamis, 11 September 2025 | 06:35 WIB
Utah, Beritasatu.com - Suasana duka menyelimuti dunia politik Amerika Serikat (AS) setelah aktivis konservatif Charlie Kirk tewas ditembak dalam sebuah acara di Utah Valley University, Rabu (10/9/2025). Peristiwa ini mengguncang publik dan kembali menyoroti meningkatnya ancaman kekerasan politik di Negeri Paman Sam.
Charlie Kirk, pendiri sekaligus CEO Turning Point USA yang dikenal sebagai sekutu dekat Presiden Donald Trump ditembak saat tengah berbicara dalam debat terbuka bertajuk "The American Comeback".
Video yang beredar di media sosial menunjukkan detik-detik ketika Kirk menjawab pertanyaan tentang isu kekerasan senjata sebelum suara tembakan terdengar. Ia tampak terhuyung sambil menahan luka di leher, sementara kepanikan melanda para penonton yang berhamburan menyelamatkan diri.
Direktur FBI Kash Patel menyatakan bahwa pihaknya telah menahan seorang individu terkait penembakan Charlie Kirk. Namun, pernyataan berbeda datang dari Wali Kota Orem, David Young yang menegaskan tersangka utama masih dalam pengejaran.
“Orang yang diduga menembak Charlie Kirk kini ditahan,” tulis Kash Patel melalui media sosial.
Situasi yang simpang siur ini membuat publik semakin cemas akan motif dan dalang sebenarnya di balik tragedi tersebut.
Kabar meninggalnya Charlie Kirk pertama kali diumumkan langsung oleh Donald Trump melalui akun Truth Social. Trump menyebut Kirk sebagai sosok inspiratif yang dekat dengan generasi muda Amerika.
“Tak seorang pun memahami hati pemuda Amerika lebih baik daripada Charlie,” tulis Trump.
Bagi kalangan konservatif, Charlie Kirk bukan sekadar aktivis. Ia dikenal sebagai figur vokal yang kerap memimpin gerakan mahasiswa pro-Trump dan menentang kebijakan progresif Partai Demokrat.
Tidak hanya dari kubu konservatif, ucapan belasungkawa juga datang dari mantan Presiden Barack Obama. Ia mengecam tindakan penembakan tersebut dan menegaskan bahwa kekerasan semacam itu tidak memiliki tempat dalam demokrasi Amerika.
“Kita belum tahu apa yang memotivasi orang yang menembak dan membunuh Charlie Kirk, tetapi kekerasan keji semacam ini tidak memiliki tempat dalam demokrasi kita. Michelle dan saya akan mendoakan keluarga Charlie malam ini, terutama istrinya, Erika, dan kedua anak mereka yang masih kecil,” tulis Obama di akun X, Kamis (11/9/2025).
Tragedi penembakan Charlie Kirk menambah panjang daftar kasus kekerasan politik di Amerika Serikat. Dalam beberapa tahun terakhir, meningkatnya polarisasi politik dan isu kepemilikan senjata kerap memicu insiden berdarah, termasuk di ruang publik dan kampus.
Kematian Charlie Kirk menjadi pengingat bahwa ancaman terhadap kebebasan berekspresi di Amerika semakin nyata. Publik kini menunggu langkah aparat penegak hukum dalam mengungkap motif pelaku dan memastikan agar tragedi serupa tidak terulang.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka Lagi pada 13 April 2026




