ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pasar Bergejolak! Trump Hidupkan Kembali Perang Dagang AS dengan China

Sabtu, 11 Oktober 2025 | 09:21 WIB
H
H
Penulis: Herman | Editor: HE
Ilustrasi perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China
Ilustrasi perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China (AP Photo/Andy Wong)

Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menghidupkan kembali perang dagang dengan China pada Jumat (10/10/2025), mengakhiri masa tenang antara dua ekonomi terbesar dunia tersebut. Langkah ini diambil setelah China memperketat ekspor mineral kritis yang menjadi komponen penting industri teknologi global.

Dilansir dari Reuters, Trump mengumumkan kenaikan tarif hingga 100% untuk produk asal China yang diekspor ke AS, serta memberlakukan pembatasan ekspor terhadap semua perangkat lunak penting mulai 1 November 2025, sembilan hari sebelum masa keringanan tarif saat ini berakhir.

Ia juga mempertanyakan rencana pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping yang dijadwalkan tiga minggu lagi di Korea Selatan.

ADVERTISEMENT

“Sekarang sepertinya tidak ada alasan untuk melakukannya,” tulis Trump di platform Truth Social.

Namun, ia kemudian menegaskan ucapannya kepada wartawan di Gedung Putih, “Saya belum membatalkannya. Mungkin saja tetap berlangsung.”

Langkah Trump ini merupakan respons terhadap kebijakan China yang memperluas kontrol ekspor terhadap unsur tanah jarang (rare earth elements), bahan yang sangat penting untuk pembuatan perangkat elektronik, kendaraan listrik, dan radar militer.

“Langkah mereka mengejutkan saya. Itu sangat, sangat buruk,” kata Trump.

Kebijakan terbaru ini menandai ketegangan terbesar antara AS dan China dalam enam bulan terakhir. Para analis memperingatkan bahwa pembatasan ekspor perangkat lunak dari AS ke China bisa menjadi pukulan besar bagi industri teknologi China, terutama di bidang komputasi awan (cloud computing) dan kecerdasan buatan (AI).

Selain itu, Trump juga mengancam akan menerapkan kontrol ekspor baru terhadap pesawat dan suku cadangnya, serta mempertimbangkan target tambahan dalam waktu dekat.

Serangkaian ancaman perdagangan tersebut membuat pasar global terguncang. Indeks S&P 500 tercatat turun lebih dari 2%, penurunan satu hari terbesar sejak April 2025. Investor berbondong-bondong membeli aset aman seperti emas dan obligasi pemerintah AS, sementara nilai dolar melemah terhadap sejumlah mata uang utama.

Saham teknologi juga merosot tajam setelah pengumuman kebijakan tarif dan pembatasan ekspor.

“Pernyataan Trump bisa menjadi akhir dari gencatan senjata tarif,” ujar Craig Singleton, pakar hubungan AS-China dari Foundation for Defense of Democracies. Menurutnya, AS menganggap langkah China sebagai bentuk pengkhianatan. “Chia tampaknya terlalu percaya diri," kata Chaig. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Pertemuan Trump-Xi Jinping: China Borong Produk Pertanian AS Rp 299 M

Pertemuan Trump-Xi Jinping: China Borong Produk Pertanian AS Rp 299 M

INTERNASIONAL
Peta Kekuatan Global Bergeser, Benarkah China Gusur Dominasi AS?

Peta Kekuatan Global Bergeser, Benarkah China Gusur Dominasi AS?

INTERNASIONAL
Akhir Negosiasi Trump dengan Xi Jinping, Siapa yang Paling Untung?

Akhir Negosiasi Trump dengan Xi Jinping, Siapa yang Paling Untung?

INTERNASIONAL
Pembicaraan Dagang AS-China Mendekati Kesepakatan

Pembicaraan Dagang AS-China Mendekati Kesepakatan

INTERNASIONAL
Pejabat AS ke Malaysia Redakan Perang Dagang dengan China

Pejabat AS ke Malaysia Redakan Perang Dagang dengan China

INTERNASIONAL
Perang Dagang AS-China Bayangi Prospek Ekonomi Global

Perang Dagang AS-China Bayangi Prospek Ekonomi Global

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon