ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pejabat AS ke Malaysia Redakan Perang Dagang dengan China

Jumat, 24 Oktober 2025 | 12:35 WIB
HH
HH
Penulis: Harumbi Prastya Hidayahningrum | Editor: HP
Ilustrasi perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China
Ilustrasi perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China (AP Photo/Andy Wong)

Washington, Beritasatu.com - Para pejabat tinggi Amerika Serikat dijadwalkan berangkat ke Malaysia pada Rabu (24/10/2025) untuk meredakan perang dagang AS-China yang kembali meningkat. Kunjungan ini juga dimaksudkan untuk memastikan pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Korea Selatan tetap berlangsung sesuai rencana pekan depan.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyampaikan, Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer sudah dalam perjalanan menuju Kuala Lumpur. Setelah itu, Greer akan bergabung dengan Presiden Trump untuk melanjutkan rangkaian kunjungan ke Asia.

Ketegangan antara dua ekonomi terbesar dunia ini kembali memanas setelah periode relatif tenang. Washington menetapkan tarif tambahan 100% terhadap barang-barang asal China, yang akan berlaku mulai 1 November 2025, menyusul kebijakan Beijing untuk membatasi ekspor logam tanah jarang, komponen penting dalam industri teknologi tinggi.

ADVERTISEMENT

“Ini adalah China versus dunia. Ini bukan hanya tentang AS,” kata Bessent kepada program Kudlow di Fox Business Network.

“Rezim perizinan yang mereka usulkan tidak dapat dilaksanakan dan tidak dapat diterima," tambahnya.

Bessent menegaskan, AS dan sekutunya tengah mempertimbangkan langkah balasan jika China tidak menunda kebijakan ekspor barunya. Ia berharap persoalan ini dapat diredakan sebelum Trump dan Xi Jinping bertemu di sela-sela konferensi ekonomi di Korea Selatan.

“Saya berharap kita dapat menyelesaikan masalah ini akhir pekan ini sehingga para pemimpin dapat memasuki pembicaraan mereka dengan nada yang lebih positif,” ujarnya.

Sementara itu, Greer mengatakan kepada Squawk Box CNBC bahwa jadwal pertemuan antara Trump dan Xi masih terbuka, tergantung kesediaan kedua pihak.

Trump dijadwalkan mengunjungi Kuala Lumpur untuk menghadiri pertemuan ASEAN, sebelum bertolak ke Korea Selatan menghadiri KTT APEC di Gyeongju pada 31 Oktober-1 November 2025. Presiden AS itu juga akan singgah ke Jepang untuk bertemu Perdana Menteri baru, Sanae Takaichi.

Bessent menyatakan optimistis bahwa pembicaraan mendalam selama 2 hari dengan pejabat China akan menjadi landasan positif menjelang pertemuan kedua pemimpin. Namun, Washington juga menyiapkan tanggapan lebih keras bila Beijing tak mencabut kebijakan ekspor tanah jarangnya.

Reuters sebelumnya melaporkan bahwa pemerintahan Trump sedang mempertimbangkan pembatasan ekspor perangkat lunak ke China, mulai dari laptop hingga mesin jet sebagai langkah balasan atas ancaman Beijing.

Selain itu, Washington baru-baru ini menjatuhkan sanksi terhadap dua perusahaan minyak Rusia, meski belum memberlakukan tarif terhadap China, salah satu pembeli terbesar minyak Rusia.

Baik Bessent maupun Greer menegaskan bahwa AS tidak ingin melepaskan diri dari China, melainkan mencari keseimbangan perdagangan yang lebih adil setelah puluhan tahun akses pasar yang terbatas.

“Secara konseptual, ada zona pendaratan yang baik bagi Amerika Serikat dan China di mana kita berdagang dengan cara yang lebih seimbang,” kata Greer.

Ia juga menyoroti langkah China menghentikan pembelian kedelai dan sorgum dari AS yang dinilai bertujuan merugikan petani Amerika.

“Presiden pasti akan mengangkat isu ini. China masih memiliki kewajiban untuk membeli barang pertanian dan manufaktur sesuai perjanjian perdagangan yang ditandatangani pada masa jabatan pertama Trump,” ujar Greer.

Dengan meningkatnya perang dagang AS-China akibat kebijakan ekspor tanah jarang, pertemuan Trump dan Xi Jinping di Korea Selatan diharapkan menjadi momentum untuk mencari keseimbangan baru dalam hubungan dagang kedua negara yang berpengaruh besar terhadap ekonomi global.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Pertemuan Trump-Xi Jinping: China Borong Produk Pertanian AS Rp 299 M

Pertemuan Trump-Xi Jinping: China Borong Produk Pertanian AS Rp 299 M

INTERNASIONAL
Peta Kekuatan Global Bergeser, Benarkah China Gusur Dominasi AS?

Peta Kekuatan Global Bergeser, Benarkah China Gusur Dominasi AS?

INTERNASIONAL
Akhir Negosiasi Trump dengan Xi Jinping, Siapa yang Paling Untung?

Akhir Negosiasi Trump dengan Xi Jinping, Siapa yang Paling Untung?

INTERNASIONAL
Pembicaraan Dagang AS-China Mendekati Kesepakatan

Pembicaraan Dagang AS-China Mendekati Kesepakatan

INTERNASIONAL
Perang Dagang AS-China Bayangi Prospek Ekonomi Global

Perang Dagang AS-China Bayangi Prospek Ekonomi Global

EKONOMI
Ekspor RI ke AS dan China Tetap Lancar meskipun Ada Perang Dagang

Ekspor RI ke AS dan China Tetap Lancar meskipun Ada Perang Dagang

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon