ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Dunia Makin Gerah, Bumi Diprediksi Tambah 57 Hari Superpanas Per Tahun

Jumat, 17 Oktober 2025 | 07:00 WIB
RA
RA
Penulis: Rizky Pradita Ananda | Editor: RP
Studi iklim terbaru dari Amerika Serikat menyebut dunia akan menghadapi ancaman tambahan 57 hari superpanas.
Studi iklim terbaru dari Amerika Serikat menyebut dunia akan menghadapi ancaman tambahan 57 hari superpanas. (TikTok.com/@dagelantv)

Washington, Beritasatu.com – Sebuah studi terbaru dari World Weather Attribution dan Climate Central yang berbasis di Amerika Serikat menemukan adanya peningkatan signifikan jumlah hari-hari cuaca dan suhu akan menjadi superpanas akibat perubahan iklim.

Dalam skenario ini, di bumi disebutkan masih akan mengalami tambahan sebanyak 57 hari alias hampir dua bulan hari superpanas setiap tahunnya pada tahun 2100. Tercatat sejak 2015, di bumi menambah rata-rata 11 hari superpanas, dilansir dari Al Jazeera, Kamis (16/10/2025).

Hari superpanas yang didefinisikan sebagai suhu yang lebih tinggi dibandingkan 90 persen hari pada periode 1991 hingga 2020 akibat adanya perubahan iklim.

ADVERTISEMENT

Laporan yang dirilis Kamis (16/10/2025) itu, meski belum melalui proses tinjauan sejawat, menggunakan metode atribusi iklim yang telah teruji. Studi tersebut menyoroti dampak signifikan dari Perjanjian Iklim Paris 2015 dalam menekan laju pemanasan global.

Direktur Institut Iklim Potsdam Johan Rockstrom memperingatkan agar masyarakat dunia tidak merasa senang dan lega terlebih dahulu meski pemanasan 4 derajat celcius berhasil dihindari.

“Lintasan saat ini masih akan menyiratkan masa depan yang buruk bagi miliaran manusia yang ada di bumi,” ujarnya.

Sayangnya, studi tersebut tidak menyebutkan berapa banyak orang yang akan terdampak oleh hari-hari superpanas tambahan yang berbahaya ini, namun diprediksikan korban akan mencapai puluhan ribu atau jutaan. Merujuk pada situasi saat ini, ribuan orang telah meninggal dunia akibat gelombang panas pada setiap tahunnya.

Studi tersebut juga menyoroti ketimpangan besar dampak perubahan iklim antara negara kaya dan miskin. Sepuluh negara yang diperkirakan akan mengalami peningkatan terbesar dalam hari-hari superpanas sebagian besar adalah negara kecil kepulauan seperti Panama, Kepulauan Solomon, dan Samoa.

Padahal, negara-negara ini hanya menyumbang 1% dari emisi global, namun Panama  diproyeksikan menghadapi tambahan 149 hari superpanas setiap tahunnya.

Sebaliknya, negara-negara dengan tingkat polusi karbon tertinggi seperti Amerika Serikat, China, dan India yang menyumbang setidaknya 42% emisi karbon dunia, justru hanya akan mengalami peningkatan antara 23 hingga 30 hari superpanas per tahun alias kurang dari 1%.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT