Israel Langgar Gencatan Senjata, Sudah Koordinasi dengan AS?
Rabu, 29 Oktober 2025 | 11:22 WIB
Tel Aviv, Beritasatu.com – Pesawat tempur Israel melancarkan serangan udara di Jalur Gaza pada Selasa (28/10/2025), setelah menuduh Hamas melanggar gencatan senjata yang sebelumnya ditengahi oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
“Setelah melakukan konsultasi keamanan, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memerintahkan tentara untuk segera melancarkan serangan dahsyat di Jalur Gaza,” demikian pernyataan resmi dari Kantor Perdana Menteri Israel.
Menurut pejabat kesehatan di Gaza, serangan udara Israel menewaskan sedikitnya 17 orang, menjadikannya kekerasan terbaru sejak perjanjian gencatan senjata yang ditengahi AS diberlakukan awal Oktober 2025 ini.
Meski tidak menjelaskan alasan spesifik atas serangan tersebut, seorang pejabat militer Israel sebelumnya menuduh Hamas melanggar kesepakatan dengan menyerang pasukan Israel di wilayah Gaza yang dikontrol Tel Aviv.
“Ini adalah pelanggaran terang-terangan terhadap gencatan senjata,” ujar pejabat tersebut.
Menanggapi hal itu, sayap bersenjata Hamas menyatakan akan menunda penyerahan jenazah sandera karena dugaan pelanggaran oleh Israel. “Setiap eskalasi oleh Israel akan menghambat proses pencarian, penggalian, dan pemulihan jenazah,” ujar juru bicara Hamas.
Belum jelas apakah Israel telah memberi tahu Amerika Serikat sebelum melancarkan serangan udara tersebut.
Gencatan senjata antara Israel dan Hamas mulai berlaku sejak 10 Oktober 2025, mengakhiri pertempuran yang telah berlangsung selama dua tahun di Jalur Gaza. Namun, sejak itu, kedua pihak terus saling menuduh melakukan pelanggaran terhadap perjanjian tersebut.
Media Israel melaporkan pada 28 Oktober 2025 bahwa baku tembak terjadi antara pasukan Israel dan Hamas di Kota Rafah, Gaza Selatan. Militer Israel belum memberikan komentar atas laporan itu, sementara Hamas membantah telah menyerang pasukan Israel di Rafah dan menegaskan masih berkomitmen pada gencatan senjata.
Sementara itu, Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan bahwa meskipun terjadi bentrokan kecil, gencatan senjata tetap berlaku.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




