ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

6 Maskapai Internasional Tangguhkan Penerbangan ke Venezuela, Kenapa?

Senin, 24 November 2025 | 11:11 WIB
RA
RA
Penulis: Rizky Pradita Ananda | Editor: RP
TAP Air Portugal menjadi salah satu dari enam maskapai internasional yang memilih menangguhkan penerbangan ke Venezuela setelah adanya peringatan dari Amerika Serikat (AS).
TAP Air Portugal menjadi salah satu dari enam maskapai internasional yang memilih menangguhkan penerbangan ke Venezuela setelah adanya peringatan dari Amerika Serikat (AS). (AP Photo/Armando Franca)

Venezuela, Beritasatu.com- Enam maskapai internasional memutuskan untuk menangguhkan penerbangannya ke Venezuela setelah Amerika Serikat (AS) memperingatkan maskapai-maskapai besar tentang situasi yang berpotensi berbahaya sebagai akibat peningkatan aktivitas militer di sekitar wilayah negara Amerika Selatan tersebut.

Melansir Al Jazeera, Senin (24/11/2025) keenam maskapai internasional tersebut adalah Iberia (Spanyol), TAP (Portugal), LATAM (Cile), Avianca (Kolombia), GOL (Brasil), dan Karibia (Trinidad dan Tobago). Menurut keterangan Presiden Asosiasi Maskapai Venezuela Marisela de Loaiza, keenam maskapai internasional itu menghentikan penerbangan ke negara itu pada Sabtu (22/11/2025). 

ADVERTISEMENT

Maskapai TAP dari Portugal menyatakan pembatalan penerbangan yang dijadwalkan pada Sabtu (22/11/2025) dan Selasa (25/11/2025), sementara maskapai Iberia menetapkan waktu penangguhan penerbangan ke ibu kota Venezuela, Caracas hingga pemberitahuan lebih lanjut.

“Keputusan pembatalan jadwal penerbangan ini terkait dengan pemberitahuan AS yang menunjukkan bahwa kondisi keselamatan di wilayah udara Venezuela tidak terjamin,” bunyi pernyataan maskapai TAP kepada Reuters. 

Sementara itu, berdasarkan laporan kantor berita AFP, Copa Airlines dari Panama, Air Europa dan PlusUltra dari Spanyol, Turkish Airlines, dan LASER dari Venezuela masih mengoperasikan penerbangan untuk saat ini.

Penangguhan penerbangan ini terjadi di tengah memanasnya ketegangan antara AS dan Venezuela, yang ditandai dengan AS yang mengerahkan pasukan serta kapal induk terbesar di dunia ke Karibia, sebagai bagian dari operasi antinarkotika. Namun, aksi AS ini digambarkan sebagai upaya menggulingkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Selain itu, dilaporkan pasukan militer AS juga telah meluncurkan setidaknya 21 serangan terhadap kapal-kapal yang diduga mengangkut narkoba di Karibia dan Pasifik yang mengakibatkan sedikitnya 83 orang tewas. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon