ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Gaya 'Top Gun' Macron di Davos Bikin Saham Kacamata Melonjak

Jumat, 23 Januari 2026 | 13:07 WIB
SL
SL
Penulis: Surya Lesmana | Editor: LES
Presiden Prancis Emmanuel Macron terlihat saat Pertemuan Tahunan Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, Selasa, 20 Januari 2026.
Presiden Prancis Emmanuel Macron terlihat saat Pertemuan Tahunan Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, Selasa, 20 Januari 2026. (AP/AP)

Davos, Beritasatu.com –  Saat Presiden Prancis Emmanuel Macron melangkah ke panggung Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss, pada Selasa (20/1/2026), suasana mendadak riuh. Mengenakan kacamata hitam reflektif, Macron membangkitkan citra "Maverick", pilot tempur ikonik yang diperankan Tom Cruise dalam film Top Gun.

Fenomena ini segera meledak di media sosial. Berbagai meme buatan AI tersebar luas, termasuk gambar Macron yang diubah menjadi Sylvester Stallone dalam film aksi Cobra. Namun, di balik keriuhan digital tersebut, kacamata biru tua Macron menyimpan narasi politik dan ekonomi yang signifikan.

Kacamata Macron memiliki warna biru kobalt yang senada dengan latar belakang panggung WEF. Spekulasi pun bermunculan. Banyak pihak menilai kacamata tersebut adalah pesan "perlawanan" terhadap tuntutan Presiden AS Donald Trump mengenai Greenland. Beberapa analis bahkan menganggapnya sebagai ejekan bagi Trump, mengingat gaya kacamata serupa identik dengan Joe Biden.

ADVERTISEMENT

Menariknya, kehadiran Macron dengan gaya ini tampak memengaruhi nada bicara Trump. "Saya melihat Emmanuel Macron kemarin, dengan kacamata hitam yang sangat bagus," ujar Trump di hadapan hadirin pada Rabu (21/1/2026).

"Apa yang sebenarnya terjadi di sini?" tanya Trump sambil tertawa.

Tak lama setelah itu, Trump secara mengejutkan mengumumkan pembatalan penggunaan kekerasan terhadap Greenland, dan pejabat AS menarik ancaman tarif tambahan untuk Eropa. Meski demikian, pihak Istana Élysée mengklarifikasi bahwa kacamata tersebut dipakai semata-mata untuk menutupi pendarahan mata akibat kondisi medis, bukan sinyal politik sengaja.

Kacamata tersebut merupakan produk dari Henry Jullien, sebuah merek kecil asli Prancis yang berbasis di Jura. Perusahaan ini sebelumnya diselamatkan dari kebangkrutan oleh firma Italia, iVision Tech, pada tahun 2023 atas desakan pemerintah Prancis.

Asisten Macron diketahui menghubungi merek tersebut pada tahun 2024, meminta kacamata yang "100% buatan Prancis". iVision memilihkan bingkai dari lembaran emas tipis dengan lensa biru seharga lebih dari US$ 700 (sekitar Rp 11 juta).

"Saya bertanya pada diri sendiri, apakah ini surat asli dari Presiden atau tipuan?'" ujar Stefano Fulchir, CEO iVision.

Begitu Macron muncul mengenakannya, situs web Henry Jullien langsung mengalami gangguan (down) akibat puluhan ribu pesanan yang masuk secara bersamaan. Saham iVision Tech di bursa Milan pun dilaporkan melonjak tajam.

Para pengamat mode memuji cara Macron menangani masalah matanya. Dibandingkan dengan mantan Kanselir Jerman Olaf Scholz yang mengenakan penutup mata hitam saat cedera lari pada 2023, gaya Macron dianggap jauh lebih estetis.

"Di sini kita bisa melihat perbedaan antara orang Jerman dan orang Prancis ketika menyelesaikan masalah yang sama," komentar salah satu netizen yang viral di platform X.

Terlepas dari perdebatan apakah lensa biru tersebut terlalu mencolok atau tidak, desainer Gracia Ventus menilai Macron sukses menunjukkan bagaimana kacamata hitam seharusnya dikenakan. "Lebar bingkainya proporsional sempurna dengan wajahnya," komentarnya.

Kini, Henry Jullien telah memulai kembali produksi massal model kacamata tersebut untuk memenuhi permintaan global yang meledak setelah "diplomasi kacamata" di Davos.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon