Seusai Pertemuan Davos, Prabowo Dijamu Macron di Istana Élysée Paris
Sabtu, 24 Januari 2026 | 07:47 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Prabowo Subianto kembali mendapat jamuan kehormatan dari Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Kepresidenan Prancis Élysée, Paris, Jumat (23/1/2026) malam waktu setempat. Jamuan tersebut berlangsung seusai keduanya menghadiri Annual Meeting World Economic Forum (WEF) Davos 2026 di Davos, Swiss.
Presiden Prabowo tiba di Istana Élysée saat malam telah menyelimuti Kota Paris. Kedatangannya disambut pasukan jajar kehormatan Prancis berseragam lengkap, diiringi alunan musik militer yang mengiringi langkah Presiden Prabowo memasuki area istana.
Selama inspeksi pasukan, Presiden Prabowo tampak membalas hormat yang diberikan oleh pasukan kehormatan. Tak lama berselang, Presiden Macron yang masih mengenakan kacamata aviator berlensa biru langsung menghampiri Presiden Prabowo di pelataran istana.
Mengenakan jas panjang hitam dan kopiah hitam khasnya, Presiden Prabowo mencopot sarung tangan sebelum bersalaman dengan Presiden Macron. Kedua pemimpin negara itu kemudian berjabat tangan hangat, disusul pelukan dan rangkulan dari Presiden Macron yang mengajak Presiden Prabowo masuk ke dalam Istana Élysée.
Saat itu, suhu udara di Paris tercatat sekitar 6 derajat celsius. Namun hembusan angin malam membuat suhu terasa lebih dingin, mendekati 2 derajat celsius.
Sebelum memasuki ruangan, Presiden Prabowo sempat melambaikan tangan ke arah juru foto Istana. Keduanya kemudian berpose sejenak di depan pintu Istana Élysée dengan jabat tangan, sementara Presiden Macron mengacungkan ibu jarinya.
“Terima kasih,” ujar Presiden Macron kepada juru foto dan juru kamera Istana yang mengabadikan momen pertemuan tersebut.
Dalam siaran resminya, Sekretariat Presiden RI menyampaikan Presiden Prabowo dan Presiden Macron selanjutnya menuju Le Salon des Portraits untuk mengikuti jamuan santap malam pribadi.
“Dalam jamuan santap malam tersebut, Presiden Macron menjamu Presiden Prabowo dalam suasana penuh keakraban. Percakapan berlangsung santai namun bermakna, sekaligus membuka peluang penguatan kerja sama Indonesia-Prancis di berbagai bidang strategis,” demikian keterangan Sekretariat Presiden RI.
Sekretariat Presiden RI juga menegaskan, jamuan di Istana Élysée tersebut tidak hanya menjadi bagian dari agenda diplomatik, tetapi juga simbol kepercayaan, kedekatan, serta komitmen kedua negara untuk terus memperkuat hubungan bilateral dan kemitraan strategis ke depan.
Jamuan kali ini bukanlah yang pertama. Presiden Prabowo sebelumnya juga pernah dijamu Presiden Macron di Istana Élysée pada 14 Juli 2025, serta pada 24 Juli 2024 saat Prabowo masih berstatus presiden terpilih.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




