Nama Sri Mulyani Muncul di Dokumen Epstein Files, Ini Fakta Sebenarnya
Selasa, 3 Februari 2026 | 15:40 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Nama Sri Mulyani Indrawati tercantum dalam dokumen yang termasuk dalam kumpulan Epstein Files yang dirilis Departemen Kehakiman Amerika Serikat.
Penyebutan nama Sri Mulyani ini berasal dari arsip institusional World Bank Group, bukan dari dokumen pribadi maupun korespondensi Jeffrey Epstein.
Dokumen tersebut memuat pernyataan resmi Sri Mulyani dalam kapasitasnya sebagai managing director and chief operating officer World Bank Group. Untuk memahami fakta sebenarnya, berikut penjelasan yang telah Beritasatu.com rangkum:
Asal Dokumen dan Jenis Arsip
Dokumen yang memuat nama Sri Mulyani merupakan email internal dan artikel komunikasi internal World Bank Group. Arsip tersebut bertanggal 18 Juni 2014 dan berasal dari lingkungan kerja institusi keuangan internasional tersebut.
Perlu digarisbawahi, dokumen ini bukan dokumen pribadi milik Jeffrey Epstein. Arsip World Bank Group tersebut termasuk dalam kumpulan besar dokumen yang disita dan kemudian dirilis ke publik sebagai bagian dari proses hukum dan transparansi kasus Epstein.
Kumpulan ini mencakup berbagai jenis berkas, mulai dari korespondensi internal organisasi, laporan resmi, hingga materi komunikasi lembaga internasional.
Secara substansi, dokumen ini membahas peluncuran President’s Delivery Unit (PDU) di World Bank. Unit strategis tersebut dibentuk untuk memantau pencapaian target pembangunan secara real-time dan memperkuat akuntabilitas kinerja institusi.
Posisi Sri Mulyani dalam Dokumen
Dalam dokumen tersebut, Sri Mulyani disebut secara eksplisit dengan jabatannya saat itu sebagai managing director and chief operating officer (COO) World Bank Group.
Penyebutan nama Sri Mulyani muncul dalam konteks pernyataan resmi institusi. Tidak terdapat korespondensi personal, tidak ada komunikasi langsung maupun tidak langsung dengan Jeffrey Epstein, dan tidak ada rujukan terhadap aktivitas di luar tugas kelembagaan World Bank Group.
Isi Pernyataan Sri Mulyani
Dokumen internal tersebut mengutip pandangan Sri Mulyani terkait peran dan fungsi PDU. Pernyataannya berfokus pada penguatan tata kelola dan manajemen kinerja institusi.
Pertama, Sri Mulyani menekankan bahwa delivery unit berfungsi sebagai pelengkap sistem pengukuran kinerja yang sudah ada.
Unit ini dirancang untuk memperkuat mekanisme sebelumnya, termasuk corporate scorecard World Bank, sehingga pemantauan capaian menjadi lebih terintegrasi.
Kedua, ia menilai delivery unit memiliki kontribusi penting dalam memastikan tujuan pembangunan yang telah disepakati dengan negara-negara klien World Bank benar-benar tercapai. Dengan pemantauan yang lebih ketat, kesenjangan antara perencanaan dan implementasi diharapkan dapat ditekan.
Ketiga, Sri Mulyani secara khusus menyoroti indikator yang berkaitan dengan International Development Association (IDA). Ia menyampaikan kepuasannya karena komitmen IDA dan kecepatan penyaluran bantuan dijadikan indikator utama. Menurutnya, hal ini mencerminkan keberhasilan upaya penyederhanaan proses internal World Bank Group.
Seluruh pernyataan tersebut berada sepenuhnya dalam kerangka reformasi tata kelola, manajemen kinerja, dan efektivitas lembaga internasional.
Tidak Ada Keterkaitan Substantif dengan Jeffrey Epstein
Berdasarkan penelusuran isi dokumen, tidak ditemukan keterkaitan apa pun antara Sri Mulyani dan Jeffrey Epstein.
Dokumen tersebut tidak menyebut nama Jeffrey Epstein sama sekali. Tidak ada komunikasi, baik langsung maupun tidak langsung, antara Sri Mulyani dan Epstein.
Selain itu, tidak terdapat pembahasan mengenai aktivitas personal, pendanaan, atau jejaring yang berkaitan dengan Epstein.
Kemunculan nama Sri Mulyani semata-mata disebabkan oleh posisinya sebagai pejabat tinggi World Bank Group dan fakta bahwa dokumen institusional tersebut termasuk dalam arsip besar yang kemudian dikenal sebagai Epstein Files.
Mengapa Dokumen Institusional Masuk Epstein Files?
Penting untuk dipahami bahwa Epstein Files bukan kumpulan dokumen yang seluruh isinya berkaitan dengan relasi personal Jeffrey Epstein. Arsip ini merupakan berkas hukum berskala besar yang mencakup berbagai jenis dokumen.
Di dalamnya terdapat email internal organisasi, dokumen kebijakan, laporan resmi, serta materi komunikasi dari berbagai lembaga internasional. Dokumen World Bank Group yang memuat nama Sri Mulyani termasuk dalam kategori arsip institusional tersebut.
Oleh karena itu, keberadaan nama pejabat publik dalam Epstein Files tidak serta-merta menunjukkan adanya keterlibatan pribadi atau hubungan dengan jaringan Epstein.
Tokoh Indonesia Lain yang Disinggung dalam Epstein Files
Selain Sri Mulyani, beberapa nama tokoh Indonesia juga tercantum dalam arsip Epstein Files. Masing-masing memiliki konteks yang berbeda dan sebagian besar tidak berkaitan langsung dengan aktivitas kriminal Epstein.
1. Hary Tanoesoedibjo
Nama Hary Tanoesoedibjo muncul dalam dokumen yang membahas hubungan bisnisnya dengan Donald Trump. Dokumen tersebut menyinggung keterlibatan Hary dalam proyek Trump Residences Indonesia yang direncanakan di Bogor dan Bali.
Dalam laporan itu disebutkan bahwa Hary terlibat dalam pengembangan hotel-hotel bermerek Trump dan dikenal sebagai seorang miliarder.
Dokumen juga mencatat bahwa ia memperkenalkan Trump kepada sosok yang disebut sebagai "orang CIA Indonesia", yang diduga merupakan anggota Badan Intelijen Negara, meski identitasnya tidak dijelaskan.
Selain itu, Hary Tanoesoedibjo disebut membeli kediaman Trump di Beverly Hills dengan harga yang dinilai dibesar-besarkan dalam laporan tersebut.
2. Eka Tjipta Widjaja
Nama pendiri Sinar Mas ini tercantum dalam dokumen terkait transaksi properti mewah milik Donald Trump pada 2009.
Disebutkan bahwa Trump menjual rumah tersebut seharga 9,5 juta dolar AS kepada entitas Swiss yang terhubung dengan keluarga Eka Widjaja.
Penjualan itu dilakukan secara tunai melalui perusahaan cangkang, dengan pengurusan yang dibantu oleh mantan pengacara Trump, Michael Cohen.
3. Joko Widodo dan Sri Mulyani
Berbeda dengan dua nama sebelumnya, kemunculan nama Joko Widodo dan Sri Mulyani dalam dokumen lain tidak berkaitan dengan hubungan personal maupun bisnis dengan jaringan Epstein.
Nama mereka muncul dalam bentuk kliping pemberitaan atau laporan analisis yang mencantumkan situasi politik dan ekonomi Indonesia pada periode tertentu. Penyebutan ini bersifat kontekstual dan informatif.
4. Soeharto
Nama presiden kedua RI Soeharto, juga tercantum secara tidak langsung. Ia muncul dalam dokumen yang memuat usulan penulisan buku tentang dirinya, yang diajukan oleh seseorang bernama Gregory Brown kepada Jeffrey Epstein.
Penyebutan ini tidak menunjukkan adanya hubungan personal antara Soeharto dan Epstein, melainkan sebatas rencana atau gagasan penulisan yang tercatat dalam arsip.
Kemunculan nama Sri Mulyani dalam Epstein Files bersifat administratif dan institusional. Dokumen yang memuat namanya adalah artikel komunikasi internal World Bank Group mengenai peluncuran PDU pada 2014.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Jet AS Rontok di Iran, Ini Daftar Peristiwa yang Memalukan Amerika




