Menhan Belanda Sebut Jet Tempur F-35 Bisa Diretas seperti iPhone
Senin, 16 Februari 2026 | 22:47 WIB
Den Haag, Beritasatu.com – Menteri Pertahanan Belanda, Gijs Tuinman, melontarkan pernyataan mengejutkan terkait sistem keamanan jet tempur siluman F-35. Ia menyebut bahwa perangkat lunak pesawat tempur tercanggih di dunia tersebut dapat "diretas" atau dimodifikasi untuk menerima pembaruan dari pihak ketiga.
"Saya akan mengatakan sesuatu yang seharusnya tidak saya katakan, yaitu Anda dapat melakukan jailbreak pada F-35 sama seperti Anda dapat melakukan jailbreak pada iPhone jika Anda ingin memperbarui perangkat lunaknya dengan cara apa pun," ujar Tuinman dalam wawancara dengan BNR Nieuwsradio, Minggu (15/2/2026).
Menurut Tuinman, "otak elektronik" F-35 yang berbasis cloud secara teknis dapat ditembus untuk menerima pembaruan perangkat lunak pihak ketiga, mirip dengan proses modifikasi sistem operasi pada ponsel pintar. Meski demikian, ia tidak memerinci lebih lanjut mengenai prosedur teknis tersebut.
Pernyataan ini memicu spekulasi mengenai kedaulatan negara pengguna F-35. Banyak pihak bertanya-tanya apakah langkah ini merupakan solusi jika Amerika Serikat (AS) sewaktu-waktu memberlakukan pembatasan operasional terhadap negara pembeli. Hingga saat ini, pihak Lockheed Martin dan Kantor Manajemen Program F-35 AS (JPO) belum memberikan komentar resmi.
Saat ini, hampir seluruh armada F-35 mengandalkan platform berbasis cloud untuk pembaruan data taktis. Sistem yang awalnya bernama Automated Logistics Information System (ALIS) kini tengah bertransformasi menjadi Operational Data Integrated Network (ODIN).
Sistem ini sangat krusial karena membagikan data intelijen rinci mengenai pertahanan udara musuh serta koordinasi senjata. Tanpa akses ke jaringan ini, performa pilot dan jet tempur akan menurun drastis.
"Ini adalah salah satu kemampuan F-35 yang paling ampuh. Tanpa ALIS/ODIN, pilot dan pesawat tempur akan kesulitan mengoptimalkan kinerja mereka," tegas Tyler Rogoway, editor situs militer War Zone.
Isu mengenai jailbreak ini juga berkaitan erat dengan kekhawatiran negara-negara Eropa tentang adanya "sakelar tersembunyi" (kill switch) yang memungkinkan AS menonaktifkan skuadron F-35 dari jarak jauh.
Meskipun Lockheed Martin membantah rumor tersebut, para ahli meyakini AS tetap memiliki cara untuk melumpuhkan F-35 di luar negeri tanpa mekanisme tersembunyi, yakni cukup dengan memutus dukungan logistik, akses teknis, dan jaringan komunikasi berbasis ruang angkasa.
Joseph Trevithick, analis dari War Zone, menilai meretas sistem F-35 mungkin saja dilakukan secara teknis. Namun, tantangan terbesarnya adalah apakah sebuah negara mampu menciptakan kembali seluruh ekosistem pendukung tempur yang sangat kompleks tanpa bantuan Amerika Serikat.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Jet AS Rontok di Iran, Ini Daftar Peristiwa yang Memalukan Amerika




