ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Tokoh Hak Sipil Legendaris AS Jesse Jackson Meninggal Dunia

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:33 WIB
SL
SL
Penulis: Surya Lesmana | Editor: LES
Pendeta Jesse Jackson, kanan, berbicara dengan Kobe Bryant dari Los Angeles Lakers saat pemanasan sebelum pertandingan bola basket NBA melawan Chicago Bulls di Chicago, Jumat, 10 Desember 2010.
Pendeta Jesse Jackson, kanan, berbicara dengan Kobe Bryant dari Los Angeles Lakers saat pemanasan sebelum pertandingan bola basket NBA melawan Chicago Bulls di Chicago, Jumat, 10 Desember 2010. (AP/AP)

Washington, Beritasatu.com –  Dunia kehilangan salah satu suara paling berpengaruh dalam sejarah perjuangan hak sipil. Aktivis veteran Amerika Serikat, Pendeta Jesse Jackson, meninggal dunia dengan tenang pada Selasa (17/2/2026) pagi dalam usia 84 tahun.

Kabar duka ini dikonfirmasi langsung oleh pihak keluarga. Jackson, yang merupakan seorang pendeta baptis, telah menjadi garda terdepan dalam pergerakan hak sipil sejak era 1960-an, termasuk saat ia berjalan berdampingan dengan Martin Luther King Jr.

"Ayah kami adalah seorang pemimpin yang melayani, tidak hanya untuk keluarga kami, tetapi juga untuk yang tertindas, yang tidak bersuara, dan yang diabaikan di seluruh dunia," ungkap keluarga Jackson dalam pernyataan resminya.

ADVERTISEMENT

Pihak keluarga belum merilis penyebab pasti kematiannya. Namun, pada 2017, Jackson sempat mengungkapkan bahwa ia didiagnosis menderita penyakit Parkinson, sebuah gangguan neurologis degeneratif. Laporan media menyebutkan bahwa ia sempat menjalani observasi medis pada November lalu terkait kondisi neurodegeneratif lainnya.

Sebagai orator dinamis dan mediator internasional yang sukses, Jackson berhasil memperluas ruang bagi warga Afrika-Amerika di panggung nasional selama lebih dari enam dekade. Sebelum era Barack Obama, ia merupakan tokoh kulit hitam paling terkemuka yang pernah mencalonkan diri sebagai Presiden AS melalui Partai Demokrat pada 1980-an.

Meski sering memiliki pandangan politik yang berseberangan, Presiden Donald Trump turut memberikan penghormatan melalui platform Truth Social. Trump menyebut Jackson sebagai sosok yang cerdas dan kekuatan alam yang tak tertandingi.

Di sisi lain, Wakil Presiden Kamala Harris memuji Jackson sebagai "salah satu patriot terbesar Amerika." Mantan Presiden Joe Biden juga mengenang Jackson sebagai sosok yang gigih menyelamatkan jiwa bangsa.

"Jesse sangat percaya bahwa semua orang diciptakan setara dan pantas diperlakukan demikian. Beliau bertekad dan gigih, tidak takut bekerja demi menyelamatkan jiwa bangsa kita," ujar Biden.

Jejak hidup Jesse Jackson adalah catatan sejarah keadilan di AS. Ia hadir saat Martin Luther King Jr dibunuh di Memphis pada 1968. Ia juga terekam menangis haru saat merayakan kemenangan Obama pada 2008, serta berdiri membela keluarga George Floyd pada 2021.

Lahir dengan nama Jesse Louis Burns pada 8 Oktober 1941 di Carolina Selatan, ia tumbuh dari latar belakang sederhana. Mental pejuangnya terbentuk sejak dini.

"Saya tidak lahir dengan sendok perak di mulut saya. Saya memiliki sekop yang diprogram untuk tangan saya," kenangnya suatu kali.

Selain mendirikan Rainbow PUSH Coalition, organisasi nirlaba yang fokus pada keadilan sosial, Jackson juga dikenal sebagai diplomat ulung. Ia berperan penting dalam mengakhiri apartheid di Afrika Selatan dan menjadi utusan khusus untuk Afrika di era Bill Clinton. Misinya membebaskan tahanan AS bahkan membawanya ke wilayah konflik seperti Suriah, Irak, dan Serbia.

Jesse Jackson meninggalkan seorang istri dan enam orang anak, serta warisan perjuangan yang akan terus bergema dalam sejarah kemanusiaan dunia.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT