Presiden Peru Dimakzulkan Akibat Skandal Rahasia Pengusaha Tiongkok
Rabu, 18 Februari 2026 | 13:30 WIB
Lima, Peru, Beritasatu.com - Kongres Peru resmi memberikan suara untuk mencopot presiden sementara, Jose Jeri, dari jabatannya. Keputusan dramatis ini menandai perubahan kepemimpinan kedelapan di negara Amerika Selatan tersebut dalam waktu kurang dari sepuluh tahun terakhir.
Pada Selasa (17/2/2026), Kongres mengesahkan mosi pemakzulan terhadap Jose Jeri dengan dukungan 75 suara berbanding 24 suara menentang. Jeri lengser setelah hanya empat bulan berkuasa sejak menggantikan Dina Boluarte yang juga dimakzulkan pada Oktober 2025.
"Jabatan Ketua Parlemen kosong, oleh karena itu, jabatan Presiden juga kosong," tegas Fernando Rospigliosi, penjabat ketua parlemen, seusai pembacaan putusan pemakzulan.
Kejatuhan Jose Jeri dipicu oleh dugaan pelanggaran terkait pertemuan rahasia dengan pengusaha asal Tiongkok, Zhihua Yang. Perusahaan milik Yang diketahui baru saja mendapatkan hak penambangan dari pemerintah Peru.
Skandal ini mencuat setelah media melaporkan pertemuan ilegal di sebuah restoran Cina di Lima pada akhir Desember 2025. Saat itu, Jeri tertangkap kamera memasuki restoran menggunakan jaket berkerudung (hoodie). Ia kembali bertemu Zhihua pada 6 Januari 2026 dengan mengenakan kacamata hitam. Kedua pertemuan tersebut tidak tercatat dalam dokumen resmi kepresidenan.
Jeri membantah semua tuduhan dan menyebut pertemuan tersebut hanyalah sebuah kebetulan. "Saya mengakui kesalahan saya dan secara terbuka meminta maaf karena bertemu dengan cara seperti itu, yang menimbulkan kecurigaan dan menciptakan berbagai macam cerita palsu dan sama sekali tidak berdasar," ujarnya dalam klarifikasi sebelumnya.
Masalah hukum Jeri semakin pelik setelah laporan independen mengungkap adanya pengusaha Tiongkok lain, Ji Wu Xiaodong, yang sering terlihat di kediaman presiden. Ji Wu sendiri saat ini berstatus tahanan rumah atas tuduhan jaringan penebangan ilegal.
Menanggapi hal ini, Kantor Kejaksaan Agung Peru telah membuka penyelidikan resmi atas dugaan "patronase ilegal" dan "perantaraan pengaruh yang memberatkan." Pemungutan suara pemakzulan ini menjadi krusial karena menurut hukum Peru, seorang presiden aktif menikmati kekebalan hukum dan hanya bisa dituntut setelah meninggalkan jabatannya.
Krisis Politik Peru
Krisis politik di Peru bukanlah hal baru. Akar ketidakstabilan ini sering dikaitkan dengan era Alberto Fujimori yang dimakzulkan pada tahun 2000 akibat skandal korupsi dan pelanggaran HAM.
Sejak 2016, kursi kepresidenan Peru terus berganti dengan cepat. Jose Jeri merupakan presiden ketujuh yang harus mengakhiri masa jabatannya secara prematur akibat gejolak politik dan hukum.
Saat ini, kelompok-kelompok parlemen tengah menyusun daftar kandidat Ketua Kongres yang baru. Kongres Peru dijadwalkan melakukan pemungutan suara hari ini untuk memilih sosok yang akan menjadi presiden sementara berikutnya guna mengisi kekosongan kekuasaan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka Lagi pada 13 April 2026




