Dino Patti Djalal: Serangan AS-Israel ke Iran Bisa Picu PD III
Minggu, 1 Maret 2026 | 13:26 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Dino Patti Djalal menilai konflik antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran berpotensi berlangsung panjang dan meluas. Menurutnya, tujuan serangan tersebut tidak semata-mata menghentikan kapasitas nuklir Iran, tetapi juga untuk menumbangkan pemerintahan di Teheran.
"Segala aksi militer, oposisi politik, mobilisasi massa, upaya agen Mossad di Iran, instrumen sosial ekonomi, dan lain sebagainya akan dikerahkan untuk menumbangkan pemerintah Iran," kata Dino, dikutip Beritasatu.com pada Minggu (1/3/2026).
Dino menilai strategi yang digunakan tidak hanya berbentuk serangan militer terbuka, tetapi juga mencakup berbagai instrumen nonmiliter. Pada saat yang bersamaan, ia memperkirakan pemerintah Iran tidak akan tinggal diam.
Menurut Dino, pemerintah Iran akan melakukan segala cara untuk melawan intervensi AS dan Israel. Situasi ini dinilai berpotensi menciptakan konflik berkepanjangan dengan dampak luas di kawasan Timur Tengah.
Ia menegaskan, Iran memiliki jaringan politik dan militer yang kuat di kawasan, berbeda dengan negara lain, seperti Venezuela. Dengan posisi geopolitik tersebut, konflik AS-Israel dengan Iran dinilai bisa menyeret aktor-aktor eksternal dan memicu guncangan regional maupun global.
Dino juga menyoroti aspek hukum internasional. Ia menilai tumbangnya pemerintahan Iran tidak secara automatis, baik secara moral maupun hukum internasional, memberikan pembenaran terhadap serangan militer yang dilakukan AS dan Israel.
"Kalau aksi intervensi ugal-ugalan seperti ini dilakukan oleh negara-negara lain dalam konteks yang berbeda, maka dunia akan segera terjerumus dalam Perang Dunia III," tegasnya.
Lebih lanjut, Dino menyatakan kegagalan perundingan nuklir antara AS dan Iran tidak dapat dijadikan legitimasi atas tindakan militer tersebut.
"Apalagi pemerintah Oman yang selama ini menjadi mediator dalam perundingan damai antara keduanya menyatakan sudah ada kemajuan yang signifikan dalam proses perundingan Amerika dan Iran ini," jelasnya.
Menurut Dino, serangan militer terhadap Iran mencerminkan tren yang mengkhawatirkan dalam kebijakan luar negeri AS, di mana perselisihan yang tidak terselesaikan melalui jalur diplomasi berisiko diselesaikan dengan perang atau kekerasan.
Pendekatan tersebut dinilai sangat berbahaya bagi stabilitas kawasan Timur Tengah dan perdamaian internasional secara keseluruhan. Konflik AS-Israel dengan Iran kini menjadi perhatian dunia karena berpotensi memperluas ketegangan geopolitik dan mengganggu keamanan global.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




