Citra Satelit Ungkap Kerusakan Fasilitas Nuklir Natanz dan Armada Iran
Selasa, 3 Maret 2026 | 11:16 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Citra satelit terbaru memperlihatkan kerusakan tambahan di fasilitas nuklir Natanz atau Natanz Nuclear Facility. Fasilitas tersebut, selama ini diyakini menjadi bagian penting dari program pengayaan uranium Iran.
Analisis gambar oleh Institute for Science and International Security (ISIS), seperti dilansir abc.net.au, Senin (3/3/2026), menunjukkan dua pintu masuk personel dan satu jalur akses kendaraan menuju lokasi bawah tanah mengalami kerusakan.
Lembaga tersebut menyebut fasilitas itu tidak lagi beroperasi sejak dibom oleh Amerika Serikat pada Juni 2025. Namun, kemungkinan masih terdapat silinder uranium yang telah diperkaya, peralatan terkait, atau bahkan sentrifugal yang dapat dipulihkan di dalamnya.
ISIS juga melaporkan aktivitas terdeteksi di sekitar area akses kendaraan pada akhir Februari, memunculkan spekulasi adanya upaya inspeksi atau pemulihan.

Citra lain memperlihatkan kerusakan pada kapal-kapal Angkatan Laut Iran di pelabuhan strategis Bandar Abbas Port, yang terletak di Selat Hormuz. Kepulan asap hitam tebal terlihat membubung dari kawasan pelabuhan tersebut, yang menjadi markas utama Angkatan Laut Iran.
Menurut Institute for the Study of War, salah satu kapal yang tampak rusak diduga adalah IRIS Kurdistan, kapal tanker minyak yang telah dikonversi menjadi kapal perang dan sering disebut sebagai floating base.
Bentuk dek dan struktur kapal dalam citra satelit dinilai konsisten dengan jenis kapal tersebut. Setidaknya satu kapal lain juga terlihat terbakar di sebelah utara, meski sebagian besar tertutup asap tebal.
AS mengeklaim telah menenggelamkan 11 kapal Iran di kawasan Teluk Oman sejak konflik pecah pada Sabtu (28/2/2026). Namun, belum ada konfirmasi independen terkait angka tersebut.
Belum dapat dipastikan pula apakah bangunan di pangkalan angkatan laut tersebut turut terbakar atau mengalami kerusakan signifikan. Kerusakan pada fasilitas nuklir Natanz dan pelabuhan Bandar Abbas berpotensi memperbesar dampak konflik regional yang kini semakin meluas dan meningkatkan kekhawatiran akan eskalasi lebih lanjut di kawasan Timur Tengah.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




