China Tegaskan Dukungan Politik untuk Iran
Sabtu, 7 Maret 2026 | 10:26 WIB
Beijing, Beritasatu.com — Pemerintah China menegaskan dukungan untuk Iran meski tidak memerinci bentuk dukungan lain setelah serangan militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning menyatakan pemerintah China mengecam serangan militer terhadap Iran karena dinilai melanggar hukum internasional.
“Beijing mendukung Iran dalam menjaga kedaulatan, keamanan, integritas wilayah, serta martabat nasionalnya,” ujar Mao Ning dalam jumpa pers, Jumat (6/3/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Mao Ning saat menanggapi pertanyaan media terkait pernyataan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi yang menyebut Rusia dan China tetap memberikan dukungan politik kepada Teheran di tengah operasi militer yang berlangsung di Timur Tengah.
Namun demikian, Mao Ning tidak menjelaskan secara rinci apakah terdapat bentuk bantuan lain selain dukungan politik dari pemerintah China.
Mao Ning menegaskan China secara konsisten mendorong penyelesaian konflik melalui jalur politik dan diplomasi.
“Kami menyerukan agar seluruh pihak yang terlibat segera menghentikan operasi militer guna mencegah konflik meluas dan menghindari eskalasi situasi di kawasan Timur Tengah,” ujar Mao Ning.
Selain itu, China menyoroti pentingnya menjaga stabilitas keamanan di kawasan, termasuk di Selat Hormuz yang merupakan jalur penting perdagangan internasional, terutama untuk distribusi energi dan berbagai komoditas global.
Menurut Mao Ning, gangguan keamanan di wilayah tersebut dapat berdampak besar terhadap perdagangan dunia serta pertumbuhan ekonomi global.
Evakuasi Warga China
Pemerintah China juga melakukan evaluasi terhadap warganya yang berada di sejumlah negara Timur Tengah akibat gangguan perjalanan yang dipicu konflik. Mao Ning menyampaikan hampir 300 warga negara China telah berhasil dipulangkan ke Kota Guangzhou pada 4 Maret 2026 melalui penerbangan internasional dari Dubai.
Sejumlah maskapai penerbangan China, seperti Air China, China Eastern Airlines, China Southern Airlines, dan Hainan Airlines, juga telah mulai kembali mengoperasikan penerbangan menuju beberapa negara di kawasan, termasuk Uni Emirat Arab, Oman, dan Arab Saudi sejak 5 Maret 2026.
Pemerintah China juga mengimbau warganya agar menunda perjalanan ke wilayah yang terdampak konflik karena situasi keamanan di Timur Tengah masih tidak menentu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




