Markas Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon Diserang, Ulah Israel?
Sabtu, 7 Maret 2026 | 13:25 WIB
Beirut, Beritasatu.com – Tiga orang pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terluka setelah pangkalannya di Lebanon selatan dihantam serangan pada Jumat (6/3/2026) waktu setempat. Insiden tersebut terjadi di tengah memanasnya baku tembak antara tentara Israel dan kelompok bersenjata Hezbollah, setelah konflik di Timur Tengah meluas ke wilayah Lebanon.
Pasukan penjaga perdamaian PBB yang tergabung dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) menyatakan, serangan mengenai pangkalan mereka di wilayah Qawzah, Lebanon selatan.
"Di tengah baku tembak hebat malam ini, tiga pasukan penjaga perdamaian terluka di dalam pangkalan mereka di Qawzah," bunyi pernyataan UNIFIL, dikutip dari SBS Australia, Sabtu (7/3/2026).
UNIFIL menambahkan, salah satu korban mengalami luka serius dan harus dipindahkan ke rumah sakit di Beirut untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara itu, pasukan militer Ghana, yang memiliki personel dalam misi UNIFIL tersebut melaporkan markas batalion mereka terkena dua serangan rudal.
Menurut pernyataan militer Ghana, dua tentara mengalami luka parah, sementara satu lainnya mengalami trauma akibat serangan tersebut.
"Fasilitas mess perwira juga terkena dan telah terbakar habis," ungkap militer Ghana.
Sebagai respons, Presiden Lebanon Joseph Aoun mengecam keras serangan tersebut. Dalam pernyataannya, ia mengutuk keras serangan Israel terhadap Lebanon dan menyebut bahwa serangan itu bahkan telah mencapai titik serangan langsung terhadap UNIFIL.
Hingga berita ini diturunkan, baik UNIFIL maupun militer Ghana belum menyebutkan siapa pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut. Pasukan internasional itu menyatakan akan melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab dan pelaku insiden tersebut.
"Tidak dapat diterima bahwa pasukan penjaga perdamaian yang menjalankan tugas yang diamanatkan Dewan Keamanan PBB menjadi sasaran," tegas UNIFIL.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Organisasi Hak Asasi manusia Patriotic Vision PVA Mohamad Safa menuduh Israel berada di balik serangan tersebut. Ia mengatakan Israel telah dengan sengaja mengebom pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon.
"Ini melanggar Hukum Kemanusiaan Internasional, Konvensi Jenewa, Statuta Roma Pengadilan Kriminal Internasional (ICC), Konvensi 1994, Piagam PBB, dan Mandat Dewan Keamanan," katanya melalui unggahan di akun X.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




