Ketika Hubungan Trump dan Netanyahu Diuji di Tengah Perang Iran
Minggu, 22 Maret 2026 | 05:55 WIB
Pada September 2025, Trump juga sempat mengkritik upaya Israel melakukan serangan terhadap pimpinan Hamas di Doha. Ia menyatakan keputusan tersebut tidak melibatkan dirinya dan tidak mendukung kepentingan AS maupun Israel.
Bahkan, Trump memfasilitasi panggilan telepon permintaan maaf dari Netanyahu kepada Perdana Menteri Qatar Mohammed bin Abdulrahman Al Thani di Gedung Putih.
Pengamat menilai sikap Trump menunjukkan kecenderungan mempertimbangkan kepentingan Qatar, terutama terkait stabilitas harga energi global.
Intervensi Trump juga mengingatkan pada peristiwa Juni 2025, ketika ia memerintahkan jet tempur Israel untuk membatalkan serangan ke Iran, yang kemudian berujung pada berakhirnya konflik selama 12 hari antara kedua negara.
Dengan lonjakan harga energi dan tekanan domestik di AS, sejumlah pihak menilai Trump berpotensi kembali mengambil langkah cepat untuk menghentikan konflik, meskipun strategi tersebut tidak selalu sejalan dengan kepentingan Israel.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




