ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ketika Hubungan Trump dan Netanyahu Diuji di Tengah Perang Iran

Minggu, 22 Maret 2026 | 05:55 WIB
MK
MK
Penulis: Martin Bagya Kertiyasa | Editor: MBK
Presiden AS Donald Trump.
Presiden AS Donald Trump. (AP/Alex Brandon)

Washington, Beritasatu.com – Hubungan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tengah diuji pada peranga Iran kali ini.

Pasalnya, Trump kerap menyampaikan pernyataan yang saling bertolak belakang terkait serangan Israel ke fasilitas gas terbesar Iran dalam satu hari yang sama.

Pernyataan pertama disampaikan Trump melalui platform Truth Social setelah muncul laporan bahwa jet tempur Israel menyerang ladang gas South Pars milik Iran. “Kami membuat mereka tidak bisa beroperasi,” tulis Trump.

Namun beberapa jam kemudian, setelah Iran membalas dengan serangan ke Qatar, Trump mengubah sikapnya. Ia menegaskan bahwa AS tidak mengetahui serangan tersebut dan menyatakan tidak akan ada lagi serangan lanjutan oleh Israel ke fasilitas gas tersebut, kecuali Iran kembali menyerang.

ADVERTISEMENT

Pernyataan yang berbeda ini menjadi yang kedua kalinya sejak dimulainya operasi militer gabungan AS-Israel terhadap Iran, di mana Washington secara terbuka mengambil jarak dari aksi militer Israel.

Sebelumnya, setelah Israel Defense Forces (IDF) menyerang depot bahan bakar di Teheran, laporan Axios mengungkap adanya perbedaan sikap antara kedua sekutu. Seorang penasihat Trump bahkan menyebut presiden “tidak menyukai serangan tersebut”.

Meski demikian, dua pejabat Israel mengatakan kepada CNN bahwa operasi militer tersebut tetap dikoordinasikan dengan AS. Salah satu sumber menyebut Gedung Putih kemungkinan terkejut dengan dampak serangan terhadap harga energi dan kerusakan lingkungan.

Dalam perkembangan terbaru, sumber Israel lainnya menyebut serangan ke fasilitas gas dilakukan dengan mempertimbangkan kekhawatiran Trump terhadap lonjakan harga energi, dengan membatasi target hanya pada infrastruktur gas dan listrik, bukan kilang minyak.

Namun, setelah Iran menyerang Qatar yang kembali memicu lonjakan harga energi, Trump tetap mengkritik langkah Israel.

“Saya sudah bilang jangan lakukan itu, dan mereka mengatakan tidak akan melakukannya. Kami berkoordinasi, tetapi terkadang mereka melakukan sesuatu dan jika saya tidak suka, maka itu tidak akan dilakukan,” ujar Trump kepada wartawan di Gedung Putih.

Menanggapi hal itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kemudian menegaskan operasi tersebut dilakukan sepenuhnya oleh Israel tanpa keterlibatan langsung AS, serta menyebut Trump telah meminta Israel menahan serangan lanjutan.

Meski demikian, sejumlah pejabat Israel menyatakan serangan tersebut tidak mungkin dilakukan tanpa sepengetahuan AS. Bahkan seorang pejabat AS mengakui Washington mengetahui adanya rencana serangan tersebut.

Komando Pusat AS atau United States Central Command (Centcom) membantah keterlibatan langsung dalam operasi tersebut. Namun mantan duta besar AS untuk Israel, Dan Shapiro, menyebut hampir tidak mungkin Israel melakukan serangan tanpa memberikan informasi penuh kepada Centcom.

Sejumlah sumber juga menilai sikap Trump dipengaruhi oleh Qatar. Tekanan dari Doha disebut beberapa kali membuat Trump mengambil jarak dari tindakan Israel.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Pelayaran Kapal Tanker Mulai Aktif Kembali di Selat Hormuz

Pelayaran Kapal Tanker Mulai Aktif Kembali di Selat Hormuz

INTERNASIONAL
Kesepakatan Damai AS-Iran Bawa Harapan Baru bagi Ekonomi Indonesia

Kesepakatan Damai AS-Iran Bawa Harapan Baru bagi Ekonomi Indonesia

LIFESTYLE
Pentagon Diduga Tutup Laporan Serangan Mematikan di Sekolah Iran

Pentagon Diduga Tutup Laporan Serangan Mematikan di Sekolah Iran

INTERNASIONAL
Negara G7 Desak Gencatan Senjata di Libanon

Negara G7 Desak Gencatan Senjata di Libanon

INTERNASIONAL
Militer AS Gunakan Taktik Iran untuk Selundupkan Minyak

Militer AS Gunakan Taktik Iran untuk Selundupkan Minyak

INTERNASIONAL
Sepakat Damai dengan AS, Iran Bakal Dapat Dana Rp 4.890 Triliun?

Sepakat Damai dengan AS, Iran Bakal Dapat Dana Rp 4.890 Triliun?

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon