Trump Klaim Dialog dengan Iran, Inggris Dorong Deeskalasi Perang
Senin, 23 Maret 2026 | 20:02 WIB
Doha, Beritasatu.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran dalam dua hari terakhir berlangsung sangat baik dan produktif. Seiring itu, Amerika Serikat memutuskan menunda rencana serangan terhadap infrastruktur energi Iran selama 5 hari ke depan.
Menurut laporan Aljazeera, langkah tersebut dinilai sebagai sinyal meredanya ketegangan antara kedua negara, sekaligus membuka ruang bagi jalur diplomasi dalam penyelesaian konflik di kawasan Timur Tengah.
Pada sisi lain, ketegangan belum sepenuhnya mereda. Dewan Pertahanan Nasional Iran memperingatkan setiap serangan terhadap wilayah pesisir atau pulau-pulau Iran akan dibalas dengan langkah ekstrem, termasuk penambangan jalur komunikasi di Teluk Persia.
Ancaman tersebut muncul bertepatan dengan tenggat waktu yang sebelumnya ditetapkan Amerika Serikat agar Iran membuka kembali jalur strategis Selat Hormuz.
Di tengah situasi tersebut, Pemerintah Inggris menyambut positif sinyal deeskalasi yang muncul dari pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran.
Juru bicara Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyatakan setiap perkembangan menuju dialog produktif patut diapresiasi.
“Kami menyambut baik setiap laporan mengenai pembicaraan yang konstruktif,” ujar juru bicara tersebut dilansir dari Aljazeera, Senin (23/3/2026).
Pemerintah Inggris menegaskan penyelesaian konflik secara cepat menjadi kepentingan global. Stabilitas kawasan dinilai sangat penting, terutama terkait jalur vital perdagangan energi dunia.
Selain itu, Inggris juga menekankan pentingnya pembukaan kembali Selat Hormuz yang selama ini menjadi salah satu titik paling sensitif dalam konflik tersebut.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




