ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Trump Klaim Dialog dengan Iran, Inggris Dorong Deeskalasi Perang

Senin, 23 Maret 2026 | 20:02 WIB
S
S
Penulis: Sukarjito | Editor: JTO
Seorang pria memegang foto Presiden AS Donald Trump terbalik setelah salat Jumat di Masjid Agung Imam Khomeini di Teheran, Iran, Jumat, 20 Maret 2026.
Seorang pria memegang foto Presiden AS Donald Trump terbalik setelah salat Jumat di Masjid Agung Imam Khomeini di Teheran, Iran, Jumat, 20 Maret 2026. (AP/Vahid Salemi)

Doha, Beritasatu.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran dalam dua hari terakhir berlangsung sangat baik dan produktif. Seiring itu, Amerika Serikat memutuskan menunda rencana serangan terhadap infrastruktur energi Iran selama 5 hari ke depan.

Menurut laporan Aljazeera, langkah tersebut dinilai sebagai sinyal meredanya ketegangan antara kedua negara, sekaligus membuka ruang bagi jalur diplomasi dalam penyelesaian konflik di kawasan Timur Tengah.

Pada sisi lain, ketegangan belum sepenuhnya mereda. Dewan Pertahanan Nasional Iran memperingatkan setiap serangan terhadap wilayah pesisir atau pulau-pulau Iran akan dibalas dengan langkah ekstrem, termasuk penambangan jalur komunikasi di Teluk Persia.

ADVERTISEMENT

Ancaman tersebut muncul bertepatan dengan tenggat waktu yang sebelumnya ditetapkan Amerika Serikat agar Iran membuka kembali jalur strategis Selat Hormuz.

Di tengah situasi tersebut, Pemerintah Inggris menyambut positif sinyal deeskalasi yang muncul dari pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran.

Juru bicara Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyatakan setiap perkembangan menuju dialog produktif patut diapresiasi.

“Kami menyambut baik setiap laporan mengenai pembicaraan yang konstruktif,” ujar juru bicara tersebut dilansir dari Aljazeera, Senin (23/3/2026).

Pemerintah Inggris menegaskan penyelesaian konflik secara cepat menjadi kepentingan global. Stabilitas kawasan dinilai sangat penting, terutama terkait jalur vital perdagangan energi dunia.

Selain itu, Inggris juga menekankan pentingnya pembukaan kembali Selat Hormuz yang selama ini menjadi salah satu titik paling sensitif dalam konflik tersebut.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Sesi Pertama Pertemuan Trump dan Xi Jinping Berakhir Tanpa Bahas Iran

Sesi Pertama Pertemuan Trump dan Xi Jinping Berakhir Tanpa Bahas Iran

INTERNASIONAL
Netanyahu Diam-diam Kunjungi UEA di Tengah Perang Israel-Iran

Netanyahu Diam-diam Kunjungi UEA di Tengah Perang Israel-Iran

INTERNASIONAL
China Dukung Mediasi Pakistan dalam Konflik AS-Iran

China Dukung Mediasi Pakistan dalam Konflik AS-Iran

INTERNASIONAL
Iran Bantah Gunakan Selat Hormuz sebagai Senjata

Iran Bantah Gunakan Selat Hormuz sebagai Senjata

INTERNASIONAL
Yaman Kecam Iran karena Dianggap Ganggu Stabilitas Kawasan Teluk

Yaman Kecam Iran karena Dianggap Ganggu Stabilitas Kawasan Teluk

INTERNASIONAL
Iran Gugat AS ke Mahkamah Arbitrase atas Dugaan Agresi Militer

Iran Gugat AS ke Mahkamah Arbitrase atas Dugaan Agresi Militer

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon