Trump Targetkan Pembersihan Fasilitas Nuklir Iran Seusai Gencatan
Rabu, 8 April 2026 | 20:26 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melalui Truth Social, Rabu (8/4/2026) mengumumkan langkah besar terkait masa depan hubungan AS dengan Iran pasca-konflik. Dalam pernyataan terbarunya, Trump menegaskan bahwa Washington akan mendorong penghentian total pengayaan uranium di Iran. Tidak hanya itu, AS berencana untuk melakukan pembersihan besar-besaran terhadap sisa-isisa fasilitas nuklir yang sempat menjadi target serangan pada Juni 2025 lalu.
Trump menyebut bahwa operasi ini bertujuan untuk menghapus jejak nuklir Iran hingga ke akar-akarnya. Melalui unggahan di media sosial Truth Social, ia menegaskan niatnya untuk bertindak langsung di lapangan. “Amerika Serikat akan, bekerja sama dengan Iran, menggali dan menyingkirkan semua debu nuklir yang terkubur sangat dalam,” tulis Trump merujuk pada hasil serangan udara tahun lalu.
Presiden AS tersebut menyatakan keyakinannya bahwa kondisi politik di Teheran saat ini telah berubah total. Ia menilai gencatan senjata yang terjadi adalah buah dari pergeseran kepemimpinan yang ia anggap menguntungkan. “Tidak akan ada lagi pengayaan uranium,” tegas Trump sembari menambahkan bahwa transisi tersebut merupakan perubahan rezim yang sangat produktif.
Trump juga mengklaim bahwa militer AS memiliki kendali penuh atas pemantauan di wilayah tersebut. Ia menekankan bahwa seluruh situs nuklir Iran saat ini berada di bawah pengawasan ketat oleh Space Force. “Situs-situs tersebut berada di bawah pengawasan satelit yang sangat akurat. Tidak ada yang disentuh sejak tanggal penyerangan,” jelasnya untuk meyakinkan publik bahwa tidak ada aktivitas rahasia yang berlangsung.
Di sisi lain, pintu diplomasi ekonomi mulai dibuka. Trump mengungkapkan bahwa Washington sedang dalam tahap pembicaraan serius mengenai keringanan ekonomi bagi Teheran sebagai imbalan atas kepatuhan mereka. “Kami sedang, dan akan terus, membicarakan pelonggaran tarif dan sanksi dengan Iran. Banyak dari 15 poin kesepakatan yang sudah disetujui,” ungkap Trump mengenai kemajuan negosiasi tersebut.
Namun, di balik tawaran damai tersebut, Trump tetap menyisipkan ancaman keras bagi pihak ketiga yang mencoba mengganggu stabilitas ini dengan memasok senjata ke Iran. Ia menetapkan aturan main yang ketat bagi perdagangan internasional.
“Negara yang memasok senjata militer ke Iran akan segera dikenakan tarif 50% untuk setiap dan semua barang yang dijual ke Amerika Serikat, berlaku segera!” serunya.
Kebijakan ini diambil Trump untuk memastikan tidak ada celah bagi Iran untuk membangun kembali kekuatan militernya. Ia menegaskan bahwa aturan tarif ini tidak akan mengenal kompromi. “Tidak akan ada pengecualian atau pembebasan!” tambahnya, memberikan sinyal bahwa AS siap memberikan sanksi ekonomi berat bagi negara mana pun yang melanggar ketentuan tersebut.
Langkah ini menandai babak baru kebijakan luar negeri AS yang menggabungkan kekuatan militer dan tekanan ekonomi ekstrem. Dunia kini menunggu apakah proses pembersihan "debu nuklir" yang dijanjikan Trump ini dapat berjalan lancar. Jika berhasil, normalisasi ini mungkin akan menjadi stabilitas paling rapuh namun signifikan di Timur Tengah, bergantung pada seberapa patuh Teheran terhadap 15 poin kesepakatan yang telah disusun.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




