Wapres AS: Israel Kini Semakin Terpinggirkan dari Dunia Internasional
Jumat, 19 Juni 2026 | 12:33 WIB
Washington, Beritasatu.com – Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance mengkritik keras kepada sejumlah anggota pemerintahan Israel. Vance menyebut posisi Israel saat ini semakin tersisihkan.
Kritikan tajam ini muncul di tengah meningkatnya perbedaan pandangan antara Washington dan Tel Aviv terkait kesepakatan damai sementara yang dicapai AS dan Iran untuk mengakhiri perang.
Dalam konferensi pers di Gedung Putih pada Kamis (18/6/2026), Vance menilai Israel saat ini berada dalam posisi yang semakin terisolasi di panggung internasional. Ia juga menyebut sebagian pemimpin Israel gagal menghargai dukungan diplomatik dan militer yang selama ini diberikan AS, dilansir dari India Today, Jumat (19/6/2026).
"Presiden Donald J Trump adalah satu-satunya kepala negara di seluruh dunia yang bersimpati kepada Israel saat ini," kata Vance.
Ia kemudian menegaskan persoalan utama yang dihadapi Israel bukanlah Presiden AS Donald Trump.
"Masalah bagi Israel bukanlah Donald J Trump, dan siapa pun di Israel yang berpikir bahwa masalah terbesar mereka adalah presiden AS perlu bangun dan menyadari realitas situasi yang dihadapi negara tersebut," lanjutnya.
Menurut Vance, Israel saat ini memiliki sedikit sekutu di komunitas internasional dan selama ini masih mampu mempertahankan diri dengan dukungan persenjataan dalam jumlah besar yang dibiayai AS.
Pernyataan tersebut mencerminkan semakin besarnya perbedaan sikap antara Washington dan Tel Aviv setelah tercapainya kesepakatan gencatan senjata sementara antara AS dan Iran.
Sebelumnya, Israel dan AS bersama-sama melancarkan operasi militer gabungan terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026). AS dan Israel berkoordinasi secara erat selama lebih dari satu bulan dalam menjalankan agresi terhadap Iran.
Namun, perbedaan antarkeduanya mulai muncul setelah tercapainya kesepakatan gencatan senjata yang diumumkan oleh Trump pada 8 April 2026. Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu disebut mendorong kelanjutan operasi militer, sementara Trump berupaya mengakhiri perang yang pada akhirnya berdampak terhadap perekonomian global.
Hingga berita ini diturunkan, Netanyahu belum menyampaikan kritik secara terbuka atau menanggapi kesepakatan damai antara AS dan Iran. Meski Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir, yang memimpin partai ultranasionalis kecil dalam koalisi pemerintahan, menyatakan Israel tidak terikat oleh perjanjian yang dicapai Trump dan tidak akan tunduk pada tekanan internasional.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
BNN Minta Kemenkomdigi Blokir Situs Terindikasi Kejahatan Narkotika




