Putaran 2 Negosiasi AS-Iran, JD Vance Bakal Pimpin Delegasi Lagi?
Rabu, 15 April 2026 | 10:53 WIB
Washington, Beritasatu.com – Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance, menurut laporan CNN, disebut-sebut berpeluang kembali memimpin delegasi AS dalam putaran kedua negosiasi dengan Iran, jika perundingan tahap selanjutnya benar-benar digelar.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyatakan putaran berikutnya dari negosiasi antara Washington dan Teheran kemungkinan berlangsung dalam dua hari ke depan di Pakistan, dikutip dari Antara, Rabu (15/4/2026).
setelah Trump mengumumkan adanya kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan dengan Teheran, AS dan Iran berupaya untuk meredakan perang melalui jalur diplomasi. Pada Sabtu (11/4), Iran dan AS memulai pembicaraan di Islamabad, Pakistan.
Namun, pada Minggu (12/4/2026) pagi, JD Vance menyatakan perundingan tersebut belum menghasilkan kesepakatan. Delegasi AS pun kembali tanpa membawa hasil nyata bagi kedua belah pihak.
Menyusul kegagalan dialog tersebut, Trump mengambil langkah tegas dengan mengumumkan rencana blokade Selat Hormuz. Ia juga memerintahkan Angkatan Laut AS untuk mengejar dan mencegat kapal-kapal yang membayar untuk melintasi jalur strategis tersebut.
Trump mengonfirmasi kebijakan blokade itu mulai berlaku pada Senin (13/4/2026) pukul 14.00 waktu setempat atau 21.00 WIB.
Perang antara AS dan Iran pecah setelah AS dan Israel meluncurkan serangan gabungan besar-besaran terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026). Serangan ini dilaporkan menyebabkan kerusakan serta menimbulkan korban jiwa, termasuk tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran kalaa itu, Ayatullah Ali Khamenei. Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah sebagai bentuk pertahanan diri.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




