ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Melihat Budidaya Bunga Krisan di Cianjur yang Terus Menggeliat setelah Terdampak Gempa

Senin, 24 Juni 2024 | 21:04 WIB
CF
BW
Penulis: Chairul Fikri | Editor: BW
Pengunjung mendengarkan penjelasan terkait bunga krisan di Cianjur, Jawa Barat.
Pengunjung mendengarkan penjelasan terkait bunga krisan di Cianjur, Jawa Barat. (./Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com – Bunga krisan yang juga disebut Krisan Hargem (Chrysanthemum), si cantik nan anggun dari Asia Timur, tak hanya dikenal dengan pesonanya yang memikat, tetapi juga sarat makna. Bunga ini banyak dibudidayakan di Cianjur, Jawa Barat.

Di Indonesia, bunga ini lebih akrab disapa bunga Seruni. Bunga ini melambangkan kekaguman, pujian, kebangsawanan, keceriaan, hingga kedukaan.

Krisan hadir dalam beragam warna dan ribuan jenis, hasil perpaduan dengan bunga krisan dari negara lain. Keindahannya tak hanya dinikmati di taman, tetapi juga menghiasi ruangan rumah, hotel, dan menjadi buket istimewa.

ADVERTISEMENT

Budidaya krisan banyak dijumpai di dataran tinggi, dikelola oleh kelompok tani maupun individu. Salah satu penghasil terbaiknya adalah Desa Nyalindung, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Di sini, krisan tak hanya menjadi sumber keindahan tetapi juga mata pencarian bagi banyak orang. Sudah dari generasi ke generasi budidaya Krisan Hargem di desa itu.

Namun, duka menyelimuti Desa Nyalindung pada 21 November 2022. Gempa bumi dangkal 5,6 magnitudo melanda, menghancurkan banyak lahan krisan. Para petani pun terpuruk, merasakan penurunan pendapatan akibat bencana.

Di tengah keterpurukan akibat gempa Cianjur itu, secercah harapan hadir melalui program pemberdayaan petani krisan, hasil dari kolaborasi Sahabat Inisiator, para relawan dan pemerintah setempat. Bantuan ini tak hanya memulihkan semangat para petani, tetapi juga membuka jalan baru untuk bangkit dari keterpurukan.

Program ini tak hanya berfokus pada pemulihan fisik lahan krisan, tetapi juga memberikan pelatihan dan pendampingan usaha bagi para petani.

Mereka diajarkan teknik budidaya yang lebih modern dan efisien, serta strategi pemasaran yang lebih efektif. Berkat program ini, para petani krisan di Nyalindung mulai bangkit. Lahan mereka kembali hijau, hasil panen membaik, dan pendapatan mereka pun kembali pulih.
Pendamping petani Krisan Hargem di Cianjur, Urwah Azizurahman (26) menuturkan, ada 15 petani penggarap lahan sewa.

"Luas lahannya yang digarap 15 petani binaan Human Initiative (HI) tahap pertama ini baru 400 m2x 400 m2, dikelola secara modern, dibuat greenhouse mesti kerangkanya baru dari bambu, tetapi sudah lumayan baik," ujar Urwah dalam keterangannya, Senin (24/6/2024).

Metode budidaya menggunakan green house, baik untuk perkembangan pohon, produksi dan melindungi krisan dari hama.

Cuaca ekstrem yang penuh ketidakpastian membuat budidaya bunga ini sering kali tidak mendapatkan hasil yang sesuai harapan. Modal awal yang diperlukan para petani lumayan besar, tidak bisa dihindari. Namun, dengan greenhouse hasil yang diraih lebih optimal.

"Umur krisan dari tanam hingga menghasilkan bunga siap panen, lebih kurang 90 hari," kata Urwah lagi.

Ia berharap dukungan HI kepada petani krisan tidak berhenti di sini. Masih banyak dari mereka yang ingin mendapatkan bantuan serupa agar hasil budidayanya terus meningkat, sehingga kehidupan keluarganya lebih baik dari waktu ke waktu.

Urwah berharap HI bersama para pencinta krisan di Indonesia terus membantu kampanye terkait kebaikan dan eksistensi krisan agar masyarakat luas makin mengenal dan menggunakannya.

Pelatihan tentang strategi pemasaran krisan harus terus dilakukan. Sebab, sampai saat ini, para petani masih menjual hasil panennya ke tengkulak atau pengepul, sehingga mereka tidak bisa menikmati harga krisan yang optimal.

Pembeli krisan kebanyakan dari Jakarta, Bandung, Bogor dan juga Depok, Tangerang, serta Bekasi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT