RS Pertamina Cirebon Harus Terbuka Agar Kasus Pelecehan Anak Terungkap
Sabtu, 10 Mei 2025 | 17:18 WIB
Cirebon, Beritasatu.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Cirebon, langsung bergerak cepat melakukan pendampingan kepada korban anak berisinial S (16) yang mengalami pelecehan seksual oleh oknum perawat Rumah Sakit Pertamina Cirebon.
Ketua KPAID Cirebon, Fifi Sofiah mengatakan, selama dalam proses penyelidikan pihaknya akan terus melakukan pendampingan sampai kasus ini terungkap.
Tidak hanya, pendampingan selama proses penyelidikan di unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Cirebon Kota. KPAID juga akan memberikan pendampingan untuk pemulihan trauma kepada korban.
"Nanti kami akan menyiapkan psikiater untuk mendampingi korban, untuk menghilangkan traumatik di kemudian hari," ucap wanita yang akrab disapa Bunda Fifi, Sabtu (10/5/2025).
Selain itu, Bunda Fifi juga mengingatkan pihak RS yang menjadi lokasi kejadian yang dilakukan oleh salah satu perawatnya tidak menutup-nutupi kasus ini.
"Pihak rumah sakit sendiri harus membantu proses kelancaran penyidikan supaya terang benderang. Jangan ada yang ditutup-tutupi dalam memberikan kesaksian. Enggak usah takut, enggak usah khawatir agar proses penyelidikan lancar," ungkapnya terkait kasus pelecehan pasien di Cirebon ini.
Bunda Fifi menjelaskan untuk pendampingan korban akan sedikit berbeda seperti biasanya. Hal ini, dikarenakan korban ada kondisi berkebutuhan khusus.
"Nanti psikiater dalam pendampingan akan sedikit berbeda. Karena, korban ini berkebutuhan khusus, selama pemulihan korban akan dilakukan di rumah aman KPAID Cirebon," ungkapnya.
Selain itu, Bunda Fifi juga mengapresiasi Polres Cirebon Kota yang cepat melakukan penyelidikan dalam kasus pelecehan anak yang dilakukan oleh oknum perawat itu.
"Saya apresiasi unit PPA Polres Cirebon Kota, cepat menindaklanjuti laporan korban kekerasan seksual. Dan kami berharap ada titik terang kasus ini agar pelakunya cepat terungkap," ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, tangisan seorang ibu pecah, saat mengetahui anak perempuannya yang masih berusia 16 tahun, menjadi korban pelecehan seksual saat mendapat perawatan di RS Pertamina Cirebon.
Korban berinisial S dalam kondisi sakit TBC dan mendapat perawatan selama lima hari di ruang isolasi di RS Pertamina Cirebon. Dari keterangan ibu korban NS (38), pada saat dalam perawatan ada seorang perawat berinisial DN pada malam hari melakuan pemeriksaan saat korban sendirian di ruang isolasi.
"Dari pengakuan anak saya, perawat itu sudah tiga kali melakukan pelecehan, sekali pada malam hari dan dua kali saat siang hari. Peristiwa pelecehan itu terjadi saat anak saya sendirian di ruang isolasi," katanya, Sabtu (10/5/2025), di Cirebon.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




