ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Viral! Atlet Disabilitas Bekasi Diusir dan Gaji Dipotong

Selasa, 17 Juni 2025 | 11:18 WIB
ES
HH
Penulis: Eka Jaya Saputra | Editor: HP
Atlet disabilitas cabang atletik NPCI Kabupaten Bekasi, Indah Permatasari
Atlet disabilitas cabang atletik NPCI Kabupaten Bekasi, Indah Permatasari (Beritasatu.com/Eka Jaya Saputra)

Bekasi, Beritasatu.com - Publik dikejutkan oleh viralnya video sejumlah atlet disabilitas Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, yang mengaku diusir dari mes atlet tanpa alasan jelas, dicoret dari daftar atlet aktif NPCI, serta tidak menerima gaji secara penuh.

Kisah pilu ini memantik simpati sekaligus kemarahan warganet yang menyayangkan perlakuan tersebut terhadap para atlet berprestasi.

Dalam video yang beredar luas di media sosial, Indah Permatasari (25) menjadi salah satu sosok yang mencurahkan isi hatinya.

ADVERTISEMENT

Dia merupakan atlet atletik NPCI Kabupaten Bekasi yang telah menyumbangkan tiga medali emas di Peparda 2022 dan mewakili Jawa Barat di Peparnas.

“Kami hanya ingin keadilan. Kami ingin NPCI Kabupaten Bekasi lebih baik dan kami bisa terus berjuang hingga Peparda 2026,” ujar Indah saat ditemui di Cikarang Utara, Senin (16/6/2025).

Indah menjelaskan, awal mula konflik terjadi saat surat keputusan (SK) latihan tahun 2025 dibagikan. Saat itu, nama puluhan atlet tiba-tiba tidak tercantum, tanpa penjelasan dari pengurus NPCI Kabupaten Bekasi.

“Awalnya kami masih dipanggil latihan, tetapi tiba-tiba saat pembagian SK, nama kami tidak ada. Kami tidak diberi alasan apa pun,” ungkapnya.

Lebih menyakitkan lagi, gaji yang seharusnya menjadi hak mereka selama 2 bulan pun hanya dibayarkan 1 bulan. Hal ini dilakukan tanpa penjelasan yang memadai.

Indah juga mengungkap adanya dugaan intimidasi dari pihak pengurus terhadap atlet yang berani menyuarakan ketidakadilan.

Dia dan teman-temannya mengaku diancam untuk keluar dari NPCI apabila kontra dengan kepengurusan saat ini.

"Kalau kamu berkoar-koar, ikut-ikutan protes atau tidak suka dengan kepengurusan sekarang, silakan keluar dari NPCI,” bebernya.

Menanggapi video viral tersebut, Humas NPCI Kabupaten Bekasi, Abdur Rouf membantah adanya pengusiran. Menurutnya, para atlet yang tidak tertera dalam SK tahun ini memang tidak lagi dipanggil karena hasil evaluasi performa mereka.

“Yang perlu kami luruskan, itu bukan pengusiran. Mereka tidak terpanggil dalam SK pembinaan tahun 2025. Jadi mereka pulang dengan kesadaran sendiri,” kata Abdur Rouf, Selasa (17/6/2025).

Dari 115 atlet binaan, kata Rouf, hanya 70 orang yang lolos evaluasi. Sisanya, yakni 45 atlet dianggap tidak memenuhi syarat atau berasal dari cabang olahraga yang sudah tidak lagi dipertandingkan di tingkat nasional, seperti nomor khusus untuk tunarungu.

Terkait tuduhan intimidasi, Rouf menegaskan, pihaknya tidak pernah mengancam atau memaksa atlet keluar dari NPCI. Dia meminta bukti berupa rekaman suara atau pesan tertulis jika memang ada tindakan seperti itu.

Rouf juga mengakui adanya keterlambatan pembayaran hak-hak atlet, tetapi dia menolak jika dikatakan tidak dibayar sama sekali. Menurutnya, situasi ini telah disampaikan dengan transparan dan tidak ada pemecatan formal.

“Ini jadi pembohongan publik menurut saya. Yang terjadi hanya ketidakterpanggilan, bukan pemecatan atau pengusiran,” tutupnya.

Kasus ini menyoroti persoalan mendalam dalam pengelolaan atlet disabilitas di tingkat daerah, khususnya Kabupaten Bekasi. Banyak yang berharap pemerintah daerah dan NPCI pusat segera turun tangan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon