Miris! Pelajar SMP Cianjur Rudapaksa 10 Anak
Jumat, 30 Januari 2026 | 09:51 WIB
Cianjur, Beritasatu.com - Warga Sukaluyu, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat, dibuat geleng-geleng kepala. Seorang pelajar SMP berusia 15 tahun justru terjerat kasus asusila. Ironisnya, korban-korbannya juga masih anak-anak.
Polisi mencatat sedikitnya 10 anak menjadi korban, terdiri atas tujuh anak laki-laki dan tiga anak perempuan. Usia mereka masih belia, mulai 8 hingga 15 tahun. Kasus ini mencuat setelah keluarga korban akhirnya angkat suara dan melapor ke polisi.
Kapolres Cianjur AKBP Akhmad Alexander Yurikho Hadi tak menutupi keprihatinannya. Menurut dia, perkara ini menyisakan ironi ganda. “Korban masih anak, pelakunya pun masih anak. Ini yang membuat kami sangat prihatin,” ujarnya, Kamis (29/1/2026).
Pelaku yang kini berstatus anak berkonflik dengan hukum berinisial MR diduga menjalankan aksinya berulang kali sejak pertengahan 2025. Modusnya beragam, mulai dari bujuk rayu, ancaman, hingga janji-janji yang terdengar sepele, tetapi ampuh membuat korban menurut.
“Bahkan ada korban yang dijanjikan sesuatu. Janji sederhana, tetapi berujung petaka,” ungkap kapolres.
Yang lebih mencengangkan, lokasi kejadian justru berada di area yang seharusnya aman bagi anak. Ada yang terjadi di sekitar rumah, lingkungan sekolah, hingga tempat ibadah. Fakta ini membuat kasus tersebut kian menyayat hati.
Polisi memastikan penanganan dilakukan secara khusus agar korban tidak kembali mengalami trauma. Unit PPA Polres Cianjur membuka posko pengaduan dan mengajak masyarakat berani melapor jika mengetahui kejadian serupa.
“Ini bukan soal membuka aib. Ini soal melindungi anak-anak dan menyelamatkan masa depan mereka,” tegas kapolres.
Ke depan, Polres Cianjur akan melibatkan berbagai pihak, termasuk Tim SAPA, KPPPA, dan UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak, untuk memastikan para korban mendapatkan pendampingan dan pemulihan yang layak.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka Lagi pada 13 April 2026




