Harga Plastik Naik, Petani Daun Pisang Cianjur Panen Untung
Sabtu, 18 April 2026 | 16:29 WIB
Cianjur, Beritasatu.com - Kenaikan harga plastik dalam beberapa waktu terakhir membawa berkah bagi petani daun pisang di Desa Cihea, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Lonjakan harga bahan kemasan tersebut mendorong pelaku usaha, terutama sektor kuliner, beralih ke bahan alami.
Akibatnya, permintaan daun pisang meningkat signifikan. Salah seorang petani, Badrujaman, mengungkapkan lonjakan pesanan terasa jelas dalam beberapa bulan terakhir. “Sekarang pesanan meningkat. Biasanya hanya sekitar 14 koli, sekarang bisa sampai 20 koli sekali kirim,” ujarnya, Sabtu (18/4/2026).
Tak hanya itu, distribusi juga meningkat pesat. Jika sebelumnya pengiriman hanya satu mobil ke luar daerah, seperti Bandung atau Bogor, kini bisa mencapai tiga hingga empat mobil dalam sekali pengiriman.
Meski permintaan melonjak, harga daun pisang di tingkat petani masih relatif stabil, yakni sekitar Rp 130.000 per koli. Namun, peningkatan volume penjualan membuat pendapatan petani ikut terdongkrak.
Dengan lahan sekitar tiga hektare, Badrujaman mampu menghasilkan hingga 40 koli per bulan. Ia menyebut omzetnya kini naik hingga 100% dibandingkan sebelumnya. “Sekarang penjualan lebih lancar. Dulu penjualannya kurang, sekarang alhamdulillah meningkat,” katanya.
Hal senada disampaikan petani lainnya, Agus. Ia menilai lonjakan lebih terasa pada jumlah pesanan dibandingkan harga jual. “Pesanan banyak, tetapi harga masih tetap. Harapannya kalau bisa harga ikut naik juga,” ujarnya.
Menurut Agus, peningkatan permintaan mulai terjadi sejak harga plastik merangkak naik, yang dipengaruhi kondisi global, termasuk konflik internasional. Situasi tersebut mendorong banyak pelaku usaha kuliner beralih menggunakan daun pisang sebagai alternatif kemasan yang lebih ramah lingkungan dan ekonomis.
Daun pisang asal Cihea kini dipasarkan ke berbagai kota besar, seperti Bandung, Bogor, hingga Jakarta. Di wilayah perkotaan, daun pisang banyak digunakan sebagai pembungkus makanan tradisional seperti lontong dan lepet, serta alas sajian di warung makan.
Perubahan tren ini turut memengaruhi pola pertanian warga. Sejumlah lahan yang sebelumnya ditanami padi kini mulai beralih menjadi kebun pisang karena dinilai lebih menguntungkan.
Dengan ketersediaan bahan baku yang melimpah, mayoritas warga Desa Cihea kini menggantungkan hidup dari budi daya pohon pisang. Kenaikan harga plastik pun menjadi berkah tersendiri yang turut meningkatkan kesejahteraan petani dan para bandar daun pisang di daerah tersebut.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




