Pergerakan Tanah Terjang Cibokor Cianjur, Puluhan Rumah Rusak
Jumat, 24 April 2026 | 19:45 WIB
Cianjur, Beritasatu.com – Bencana pergerakan tanah melanda Desa Cibokor, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama berjam-jam pada Rabu (22/4/2026) malam. Akibatnya, puluhan rumah warga terancam, sejumlah bangunan rusak, dan akses jalan utama terganggu.
Berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Cianjur, pergerakan tanah mulai terjadi sekitar pukul 22.00 WIB, dipicu intensitas hujan tinggi yang berlangsung sejak sore hingga dini hari.
“Pergerakan tanah menyebabkan dampak di beberapa titik, mulai dari rumah warga hingga infrastruktur jalan. Saat ini data masih bersifat sementara dan terus diperbarui sesuai perkembangan di lapangan,” ujar Sekretaris BPBD Cianjur, Asep Sudrajat, Jumat (24/4/2026).
Wilayah terdampak tersebar di sejumlah kampung, di antaranya Puncak Salak, Nyampai, Cihanjuang, Cikasur Hilir, Barupasir, Cibitunggunung, hingga Puncakpasir.
Tercatat sekitar 20 rumah dalam kondisi terancam, satu rumah rusak berat, tujuh rumah rusak ringan, serta satu fasilitas ibadah mengalami kerusakan ringan. Selain itu, sekitar satu hektare lahan pertanian di Kampung Puncakpasir turut terdampak.
Kerusakan juga terjadi pada infrastruktur seperti Jalan Cipadang–Lempegan kilometer 3 tidak dapat dilalui kendaraan roda empat, sementara jalan desa di Kampung Nyampai rusak berat sepanjang kurang lebih 20 meter, sehingga menghambat akses penghubung antarwilayah.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, sejumlah warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman karena khawatir terjadi pergerakan tanah susulan.
BPBD bersama aparat kecamatan, pemerintah desa, dan unsur masyarakat telah melakukan upaya penanganan, mulai dari pendataan hingga memberikan imbauan kewaspadaan kepada warga.
“Kami mengimbau masyarakat agar selalu siaga, mengingat potensi longsor susulan dan pergerakan tanah masih mungkin terjadi,” lanjutnya.
Kesaksian Warga Terdampak
Salah satu warga terdampak, Milawati, mengungkapkan detik-detik mencekam saat rumahnya mulai rusak akibat tanah bergeser. Ia menyebut hujan deras disertai petir terjadi sejak sore hingga dini hari.
“Hujan dari sore jam 17.00 WIB sampai jam 01.00 dini hari, hujan sama geluduk besar. Pas kejadian itu langsung geser, sekitar tengah malam,” tuturnya.
Menurutnya, pergeseran tanah merusak bagian depan rumah, kamar mandi, hingga bagian belakang. Ia juga menyebut wilayah tersebut sebelumnya sudah mengalami retakan tanah, sehingga warga memilih mengungsi saat hujan deras.
“Sebenarnya ini sudah retak, makanya kalau hujan besar kita waspada dan memilih mengungsi. Pas pulang jam 04.00 WIB, kondisinya sudah lebih hancur,” katanya.
Milawati bersama keluarganya kini mengungsi ke rumah kerabat di lokasi yang lebih aman. “Sekarang tinggal di rumah uak dahulu sementara, karena di atas lebih aman,” tambahnya.
Selain merusak bangunan, pergerakan tanah juga berdampak pada lahan warga. Sejumlah kebun dan area persawahan dilaporkan mengalami kerusakan.
Hingga Jumat (24/4/2026) siang, kondisi pergerakan tanah di Desa Cibokor masih dalam pemantauan. BPBD merekomendasikan kajian lanjutan oleh PVMBG, khususnya di Kampung Puncakpasir, serta koordinasi lintas sektor untuk penanganan jangka panjang.
Pemerintah juga didorong melakukan penanaman pohon keras sebagai langkah mitigasi guna mengurangi risiko bencana serupa di masa mendatang.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




