Kronologi Wanita di Bandung 3 Tahun Hilang Disekap dan Dianiaya Pacar
Jumat, 19 Juni 2026 | 15:54 WIB
Bandung, Beritasatu.com - Seorang perempuan berinisial YTT (29) diduga menjadi korban penyekapan dan penganiayaan berat oleh kekasihnya, TH. Korban yang sempat dinyatakan hilang oleh keluarga selama 3 tahun terakhir itu, kini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung akibat luka fisik serius.
Keluarga korban mengungkap kronologi hilangnya YTT hingga terungkap dugaan penganiayaan yang dilakukan pelaku di sebuah indekos wilayah Cileunyi, Kabupaten Bandung.
Adik kandung korban, Syahrul Ulum (26), mengatakan kakaknya pertama kali mengenal TH pada 2023 dalam acara konser musik di kawasan Tritan Point, Bandung. Setelah pertemuan tersebut, keduanya menjalin hubungan asmara.
TH sempat berkunjung ke rumah orang tua korban di Kompleks Permata Hijau, Desa Jelegong, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. Namun, setelah kunjungan tersebut, korban mendadak memutus komunikasi dengan keluarga.
"Semenjak saat itu langsung lost contact (putus kontak) saja sama Teteh. Padahal sebelum pacaran, biasanya seminggu sekali itu pulang ke sini, soalnya Teteh kerja di Nabati Pasteur dan mengekos di daerah sana," ujar Syahrul saat ditemui di kediamannya, Jumat (19/6/2026).
Selama 3 tahun kehilangan kontak, keluarga sempat menerima pesan WhatsApp dari nomor korban yang menyebut YTT berada di Jakarta.
Keluarga yang curiga dengan keberadaan korban kemudian mengunggah informasi pencarian YTT melalui media sosial hingga viral. Namun, mereka justru menerima ancaman dari orang tidak dikenal yang meminta unggahan tersebut dihapus.
Keberadaan YTT akhirnya terungkap, pada Rabu (10/6/2026). Keluarga menerima telepon yang mengabarkan korban berada di IGD RSHS Bandung dengan informasi awal sebagai korban kecelakaan.
Saat keluarga tiba di rumah sakit, pelaku dan penjaga indekos yang mengantar korban telah melarikan diri. Keluarga pun terkejut melihat kondisi fisik YTT yang mengalami luka parah pada bagian wajah dan tubuh.
Tim dokter RSHS menemukan sejumlah bekas sundutan rokok yang telah mengering pada kulit korban. Dokter juga melakukan operasi pada bagian kepala untuk membersihkan gumpalan nanah yang diduga akibat hantaman benda tumpul.
Dugaan penganiayaan tersebut terungkap setelah YTT sadar dan mulai dapat berkomunikasi dengan keluarga. Korban mengaku disekap dan kerap mengalami kekerasan fisik selama 3 tahun terakhir.
"Kepala suka dipukuli pakai helm, wajahnya juga begitu. Jadi pernah pakai senjata tajam juga tangan kosong, kaki bekas bacokan," ungkapnya.
Keluarga kemudian melaporkan TH ke Polda Jawa Barat setelah kembali menyebarluaskan kasus tersebut melalui media sosial.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, TH diketahui bekerja sebagai penagih utang atau debt collector di sebuah perusahaan pembiayaan kawasan Tritan Point. Kepolisian dilaporkan telah mendatangi lokasi indekos di Cileunyi dan memeriksa sejumlah saksi, termasuk orang yang pertama kali mengantar korban ke Rumah Sakit Ujung Berung sebelum dirujuk ke RSHS.
Keluarga berharap aparat penegak hukum segera menangkap pelaku dan menjatuhkan hukuman seberat-beratnya.
"Dari pihak keluarga inginnya usut tuntas, sampai dapatlah pelakunya. Takutnya ada korban selanjutnya. Hukum seberat-beratnya," tegas Syahrul.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




