Ancaman Bom, Jemaah Haji Kloter 16 Tegal Dialihkan Mendarat di Medan
Selasa, 17 Juni 2025 | 20:53 WIB
Boyolali, Beritasatu.com – Jemaah haji Embarkasi Solo kloter 16 asal Kabupaten Tegal mengalami keterlambatan kedatangan lebih dari satu jam akibat dugaan ancaman bom. Pesawat yang membawa jemaah sempat dialihkan ke Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Medan, sebelum akhirnya mendarat di Bandara Adi Soemarmo, Solo.
Sesuai jadwal, kloter 16 seharusnya sudah tiba di Bandara Adi Soemarmo pukul 14.30 WIB dan tiba di Embarkasi Solo pada pukul 15.56 WIB. Namun, karena insiden tersebut, para jemaah baru sampai di Embarkasi Solo sekitar pukul 17.15 WIB.
Kasubag Humas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo, Gentur Rachma Indriadi, mengatakan hingga hari kelima operasional pemulangan haji, total sudah 14 kelompok terbang (kloter) yang kembali ke Indonesia melalui Embarkasi Solo.
"Total jemaah yang telah tiba mencapai 5.029 orang," kata Gentur saat ditemui pada Selasa (17/6/2025).
Ia menjelaskan, tahun ini total ada 95 kloter dari Embarkasi Solo dengan jumlah total jemaah haji asal Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebanyak 34.047 orang.
“Hari ini dijadwalkan ada empat kloter tiba dari tanah suci, yaitu kloter 14 pukul 02.10 WIB asal Brebes dan Tegal lalu kloter 15 pukul 07.50 WIB asal Tegal, kloter 16 pukul 14.30 WIB asal Tegal, serta kloter 17 pukul 21.50 WIB juga dari Kabupaten Tegal,” jelasnya.
Terkait keterlambatan kloter 16 dengan jumlah jemaah mencapai 360 orang tersebut, Gentur mengonfirmasi adanya informasi ancaman bom sehingga pesawat harus mendarat darurat di Medan.
"Setelah mendarat di Deli Serdang kemudian dilakukan pengecekan keseluruhan pesawat. Jadi kedatangan kloter 16 ini terlambat satu jam," tegas Gentur.
Terkait penerbangan selanjutnya, kata Gentur, sejauh ini belum ada konfirmasi resmi dari pihak maskapai.
"Kita masih tunggu, ini pesawat sudah mulai terbang kembali,” pungkasnya.
Semenatra itu, salah satu jemaah kloter 16 asal Tegal, Syahroni mengungkapkan, pihak maskapai hanya menginformasikan pesawat akan mengisi bahan bakar di Medan.
"Tadi di pesawat ada informasi kalau pesawat akan mengisi bahan bakar di Medan dan penumpang waktu itu tetap pesawat," katanya.
Syahroni mengatakan, saat di Medan kurang lebih satu jam. Namun tidak mendapat penjelasan dari pihak maskapai mengenai isu ancaman bom.
“Alhamdulillah sekarang sudah sampai di Indonesia. Saya sangat lega," tutup Syahroni.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




