ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Polisi Gunakan Perahu Karet Antar Jenazah di Tengah Banjir Semarang

Kamis, 30 Oktober 2025 | 18:05 WIB
WW
DM
Penulis: Widy Wicaksono | Editor: DM
Banjir hampir sepekan di Trimulyo, Semarang, membuat polisi harus menggunakan perahu karet untuk mengantar jenazah warga ke pemakaman. Warga terharu.
Banjir hampir sepekan di Trimulyo, Semarang, membuat polisi harus menggunakan perahu karet untuk mengantar jenazah warga ke pemakaman. Warga terharu. (Beritasatu.com/Widy Wicaksono)

Semarang, Beritasatu.com - Banjir yang hampir sepekan merendam kawasan Trimulyo, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, tidak hanya melumpuhkan aktivitas warga, tetapi juga menghambat pemakaman salah satu warga yang meninggal dunia.

Tim SAR Ditpolairud Polda Jawa Tengah turun tangan dengan menggunakan perahu karet untuk mengantarkan jenazah ke tempat pemakaman. Kondisi genangan air di wilayah tersebut mencapai 50 hingga 80 sentimeter, membuat akses jalan tidak bisa dilalui kendaraan darat.

Dengan penuh kehati-hatian, tim SAR bersama warga membawa jenazah almarhumah Kaslimah (65) dari rumah duka di RT 06 RW 01 Trimulyo menuju Tempat Pemakaman Trimulyo Wetan. Suasana haru menyelimuti prosesi saat perahu karet yang membawa jenazah melaju perlahan di tengah genangan air, disaksikan warga yang berdiri di tepi jalan.

ADVERTISEMENT

Sang suami, Rahmat, tampak tak kuasa menahan air mata saat melepas kepergian istrinya yang telah lama sakit. “Tanpa bantuan mereka, mungkin pemakaman istri saya tidak bisa segera dilakukan,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Kompol Muhammad Samsul Affandi, yang memimpin langsung proses evakuasi jenazah, mengatakan pihaknya memastikan pemakaman berlangsung dengan aman dan layak meski dalam kondisi darurat. “Ini bentuk pengabdian kami untuk masyarakat. Banjir tidak boleh menghentikan nilai kemanusiaan,” tegasnya, Kamis (30/10/2025).

Bantuan dari tim SAR Ditpolairud Polda Jateng itu mendapat apresiasi tinggi dari warga setempat. Mereka berterima kasih atas kepedulian aparat yang hadir tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga membantu di tengah musibah.

Kelurahan Trimulyo menjadi salah satu wilayah yang paling parah terdampak banjir. Genangan air yang belum surut selama hampir sepekan membuat aktivitas warga sangat terbatas.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga mengandalkan perahu karet sebagai alat transportasi serta bantuan suplai makanan dari dapur umum yang didirikan di kawasan tersebut.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Polisi Lakukan Rekayasa Lalu Lintas di Jalur Semarang-Grobogan

Polisi Lakukan Rekayasa Lalu Lintas di Jalur Semarang-Grobogan

JAWA TENGAH
Banjir Grobogan dan Semarang, Pembangunan Jembatan AramcoDipercepat

Banjir Grobogan dan Semarang, Pembangunan Jembatan AramcoDipercepat

JAWA TENGAH
Banjir Akibat Tanggul Sungai Tuntang Jebol Meluas ke Jalan Provinsi

Banjir Akibat Tanggul Sungai Tuntang Jebol Meluas ke Jalan Provinsi

JAWA TENGAH
Tanggul Sungai Tuntang yang Jebol Mulai Ditangani

Tanggul Sungai Tuntang yang Jebol Mulai Ditangani

JAWA TENGAH
Banjir Semarang: Antara Kewenangan, Koordinasi, dan Harapan

Banjir Semarang: Antara Kewenangan, Koordinasi, dan Harapan

JAWA TENGAH
BNPB Sebut Operasi Modifikasi Cuaca Kunci Redam Banjir Semarang

BNPB Sebut Operasi Modifikasi Cuaca Kunci Redam Banjir Semarang

JAWA TENGAH

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon