Tanggul Sungai Tuntang yang Jebol Mulai Ditangani
Selasa, 17 Februari 2026 | 16:36 WIB
Demak, Beritasatu.com – Penanganan tanggul Sungai Tuntang yang mengalami kerusakan di Desa Kebonagung, Kabupaten Demak, mulai dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai unsur, seperti TNI, Polri, BPBD, hingga warga setempat. Mereka bahu-membahu mengoperasikan alat berat serta membersihkan lumpur guna membuka kembali akses jalan yang terdampak.
Bupati Demak Eisti’anah saat meninjau lokasi kejadian di Kecamatan Kebonagung, Selasa (17/2/2026), menyampaikan pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) terkait langkah tanggap darurat serta rencana penutupan tanggul.
“BBWS telah bergerak dan dalam waktu dekat proses penutupan akan dilaksanakan dengan dukungan berbagai pihak,” kata Eisti'anah dikutip dari Antara.
Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan masyarakat juga melakukan penyemprotan lumpur yang menutup Jalan Raya Grobogan–Semarang di wilayah Desa Kebonagung agar jalur tersebut dapat segera difungsikan kembali.
Tanggul Sungai Tuntang dilaporkan jebol di dua lokasi berbeda. Pada titik pertama, kerusakan mencapai panjang sekitar 40 meter dengan kedalaman hingga 10 meter, berdampak pada ruas jalan sepanjang kurang lebih 25 meter di Dukuh Wareng, Desa Kebonagung. Sementara titik kedua mengalami kerusakan sepanjang 25 meter di desa yang sama. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (16/2/2026) sekitar pukul 15.00–16.00 WIB.
Bupati Eisti’anah mengungkapkan kejadian ini mengulang insiden serupa yang terjadi tahun lalu di area tanggul yang berdekatan. “Meningkatnya debit air pada musim hujan tahun ini menjadi faktor utama jebolnya tanggul, bahkan menyebabkan beberapa bagian struktur beton terbawa arus,” katanya.
Meski banjir sempat melanda, masih terdapat sekitar dua hektare lahan pertanian yang belum dipanen, yang dinilai menjadi kabar baik bagi warga karena tidak seluruhnya terdampak.
Untuk penanganan warga terdampak, sebagian masyarakat yang tergolong rentan, seperti lansia, masih bertahan di lokasi pengungsian di Gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Sementara warga lainnya telah kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan sisa lumpur dan memperbaiki kerusakan.
Selain fokus di Kebonagung, Pemerintah Kabupaten Demak juga memantau sejumlah titik rawan lain, termasuk Tanggul Cabean di Desa Pilangwetan dan Kali Dombo yang sebelumnya mengalami limpasan air.
Pemkab Demak terus menjalin koordinasi dengan BBWS dan BPWS terkait langkah lanjutan. Penanganan yang memungkinkan dibiayai melalui APBD akan segera dilaksanakan, termasuk normalisasi sungai secara besar-besaran. Untuk sungai besar seperti Kali Dombo, anggaran telah disiapkan hingga tahun 2025.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka Lagi pada 13 April 2026




