Banjir Grobogan dan Semarang, Pembangunan Jembatan AramcoDipercepat
Selasa, 17 Februari 2026 | 17:55 WIB
Demak, Beritasatu.com – Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi meminta percepatan pembangunan jembatan aramco di ruas Jalan Grobogan–Semarang yang terputus akibat tergerus luapan Sungai Tuntang. Langkah tersebut ditempuh agar arus lalu lintas, terutama distribusi logistik dan jalur mudik, dapat kembali normal.
Instruksi itu disampaikan saat meninjau lokasi tanggul jebol di perbatasan Desa Tinanding, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan dan Desa Kebonagung, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak, Selasa (17/2/2026).
“Setelah penanganan darurat tanggul oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) rampung, Komando Daerah Militer IV/Diponegoro bersama Kodim Demak dan Grobogan diminta segera berkoordinasi untuk pemasangan jembatan aramco,” ujar Luthfi ketika mengunjungi lokasi tanggul Sungai Tuntang yang jebol di Demak, Selasa (17/2/2026).
Dalam kunjungan tersebut, gubernur didampingi Bupati Grobogan Setyo Hadi di sisi selatan jalan yang tergerus, sementara Bupati Demak Eisti'anah berada di sisi utara, dengan jarak sekitar 25 meter akibat kondisi jalan terputus.
Menurut Ahmad Luthfi, jalur Grobogan–Semarang merupakan akses vital distribusi barang dan mobilitas masyarakat, sehingga tidak boleh terhenti terlalu lama. Ia menekankan pentingnya solusi cepat agar jalan bisa segera difungsikan kembali.
Penanganan dibagi dalam dua tahap, yakni jangka pendek dan jangka panjang. Untuk jangka pendek, Dinas PUPR Provinsi bersama BBWS akan menutup tanggul yang jebol dan membangun jembatan sementara. Penutupan darurat ditargetkan selesai dalam tiga hari, sedangkan penguatan tanggul diperkirakan memakan waktu hingga sepekan.
Selain itu, gubernur berencana mengusulkan normalisasi Sungai Tuntang kepada Kementerian PUPR, mengingat tingginya sedimentasi sungai. Upaya serupa sebelumnya telah dilakukan di Sungai Wulan.
Kepala Dinas PUPR Jawa Tengah Henggar Budi Anggoro menyampaikan jembatan aramco milik pemprov yang sebelumnya berada di Pati telah dipindahkan ke Tinanding, Godong, dan dijadwalkan tiba pada Selasa malam. Pihaknya optimistis pemasangan dapat diselesaikan dalam waktu satu minggu.
Tanggul Sungai Tuntang diketahui jebol pada Senin (16/2/2026) sekitar pukul 15.00–16.00 WIB di dua titik. Titik pertama berada di Desa Kebonagung dengan panjang sekitar 40 meter dan kedalaman mencapai 10 meter, berdampak pada akses jalan sepanjang 25 meter di Dukuh Wareng yang berbatasan dengan Desa Tinanding. Titik kedua memiliki panjang sekitar 25 meter di desa yang sama.
Peristiwa tersebut dipicu curah hujan tinggi serta kiriman air dari hulu Sungai Glugu dan Sungai Tuntang. Selain merendam Desa Kebonagung di Demak, banjir juga berdampak pada Desa Tinanding di Grobogan yang berada di seberang jalan.
Kepala Desa Kebonagung Turyadi menyebutkan sebanyak 697 keluarga terdampak akibat kejadian tersebut. Dari jumlah itu, awalnya sekitar 30 warga mengungsi dan kini tersisa 15 jiwa seiring air yang mulai surut.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka Lagi pada 13 April 2026




