BNPB Sebut Operasi Modifikasi Cuaca Kunci Redam Banjir Semarang
Selasa, 4 November 2025 | 22:40 WIB
Kebumen, Beritasatu.com - Dalam menanggulangi bencana banjir yang melanda wilayah Semarang dan sekitarnya selama lebih dari sepuluh hari terakhir, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut telah melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC).
Modifikasi cuaca ini menjadi faktor penting dalam meredam banjir besar di Semarang. BNPB mengerahkan dua pesawat sejak 23 Oktober 2025 untuk menyemai garam (NaCl) di langit Jawa Tengah, terutama di wilayah Semarang, Demak, Grobogan, dan Pati, guna menekan intensitas hujan ekstrem.
Kepala BNPB Letjen TNI Dr Suharyanto menjelaskan OMC dilakukan setelah BMKG memprediksi curah hujan bisa mencapai 150 milimeter per hari yang berisiko memicu banjir besar di sejumlah wilayah dataran rendah.
Baca Juga: BMKG Ungkap Strategi Rahasia Cegah Banjir Semarang-Demak
“Kalau tidak dilakukan operasi modifikasi cuaca, BMKG memprediksi Jawa Tengah ini hujannya lebat, 150 mm. Itu bisa membuat sebagian wilayah, termasuk Kebumen berpotensi banjir,” jelas Suharyanto saat menghadiri peresmian Jembatan Kebumen, Selasa (4/11/2025).
Suharyanto menuturkan, Semarang menjadi fokus utama sebab sebagian wilayahnya berada lebih rendah dari permukaan laut, sehingga air sulit mengalir meski pompa pengendali banjir dioperasikan.
“Beberapa dataran di Semarang dan sekitarnya itu lebih rendah dari laut, kalau hujan turun deras, airnya sulit keluar. Kalau pompanya rusak atau tidak cukup jumlahnya, bisa menimbulkan banjir besar seperti kemarin,” ungkapnya.
Ia menilai genangan banjir di Semarang dan Demak mulai surut karena OMC berhasil menahan pembentukan awan hujan di beberapa titik. Namun, ia mengingatkan metode ini tidak bisa menjadi solusi permanen.
Baca Juga: Penanganan Banjir Semarang Membaik, Jalan Kaligawe Bisa Dilalui
"Kalau curah hujan bisa dikurangi, genangan bisa cepat surut tetapi operasi modifikasi cuaca ini tentu tidak bisa berlangsung selamanya. Titik beratnya memang untuk menanggulangi banjir di Semarang," ujarnya.
Dijelaskannya hingga 4 November 2025, Indonesia telah mengalami sekitar 2.900 kejadian bencana sepanjang tahun atau rata-rata 15–20 kejadian setiap hari. Sebagian besar berupa banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem.
BNPB berharap langkah mitigasi seperti OMC, peningkatan sistem pompa air, dan pembangunan tanggul laut serta kolam retensi dapat memperkuat ketahanan Jawa Tengah terhadap banjir musiman.
“Kami berharap tahun-tahun mendatang kondisinya semakin baik. Pemerintah pusat terus berupaya mempercepat pembangunan tanggul laut dan kolam retensi,” pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




