ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

BMKG: Curah Hujan Tinggi Jadi Penyebab Longsor Cilacap

Minggu, 16 November 2025 | 08:33 WIB
IC
IC
Penulis: Iman Rahman Cahyadi | Editor: CAH
Pencarian Korban Longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap,
Pencarian Korban Longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, (BNPB/BNPB)

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap faktor penyebab bencana longsor yang terjadi di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto menyampaikan pengamatan di pos hujan Majenang menunjukkan curah hujan cukup tinggi, yakni masing-masing 98,4 mm/hari dan 68 mm/hari pada 10-11 November 2025. 

Setelah itu, wilayah tersebut masih mengalami hujan ringan yang mempertahankan tanah tetap basah hingga akhirnya terjadi pergerakan tanah yang memicu longsor.

ADVERTISEMENT

“Rangkaian hujan tersebut membuat kondisi tanah semakin basah dan lereng menjadi rentan terhadap pergerakan,“ ujar Guswanto dalam siaran pers, Sabtu (15/11/2025). 

Sementara itu, Direktur Meteorologi Publik BMKG Andri Ramdhani menyampaikan hasil pemantauan atmsfer menunjukkan kelembapan udara yang sangat tinggi pada beberapa lapisan, yakni 850 mb, 700 mb, dan 500 mb dengan nilai mencapai 70-100%.

“Kondisi udara yang basah di berbagai ketinggian ini mendukung pembentukan awan hujan dalam jumlah besar sehingga meningkatkan potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang,” ujar Andri. 

BMKG mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi dalam beberapa hari ke depan. Pantau selalu peringatan dini cuaca dari kanal resmi BMKG untuk mendukung evakuasi, mengurangi risiko bencana susulan, dan menjaga keselamatan bersama.

Hingga Sabtu (15/11/2025) malam pukul 18.00 WIB, tim gabungan sudah menemukan 11 korban meninggal dunia akibat longsor di Cilacap. Rinciannya, dua jenazah ditemukan pada hari pertama, satu jenazah pada hari kedua, dan delapan jenazah pada hari ketiga. 

Dengan demikian, jumlah warga yang masih dalam pencarian tersisa 12 orang.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Longsor Cinangka Lebak Meluas, 4 Rumah Terancam Tergerus

Longsor Cinangka Lebak Meluas, 4 Rumah Terancam Tergerus

BANTEN
Jalur Longsor Cianjur Selesai Diperbaiki, KA Siliwangi Normal Lagi

Jalur Longsor Cianjur Selesai Diperbaiki, KA Siliwangi Normal Lagi

JAWA BARAT
Longsor Tutup Akses ke Wisata Gunung Padang, Alat Berat Dikerahkan

Longsor Tutup Akses ke Wisata Gunung Padang, Alat Berat Dikerahkan

JAWA BARAT
Tebing 70 Meter Longsor Lumpuhkan Jalan Utama Garut

Tebing 70 Meter Longsor Lumpuhkan Jalan Utama Garut

JAWA BARAT
Jalur KA Cipatat-Sukabumi Kembali Normal Seusai Tertimbun Longsor

Jalur KA Cipatat-Sukabumi Kembali Normal Seusai Tertimbun Longsor

JAWA BARAT
Korban Tertimbun Longsor di Sumedang Ditemukan, Operasi SAR Ditutup

Korban Tertimbun Longsor di Sumedang Ditemukan, Operasi SAR Ditutup

JAWA BARAT

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon