ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Dampak Banjir Jateng: KA Pandalungan Terlambat 4 Jam

Senin, 19 Januari 2026 | 21:38 WIB
AN
HK
Penulis: Ahmad Hisyam Nugroho | Editor: HYK
Banjir di Jawa Tengah sebabkan keterlambatan KA Pandalungan hingga 4 jam. KAI Daop 9 Jember pastikan KA Blambangan Ekspres kembali beroperasi normal hari ini.
Banjir di Jawa Tengah sebabkan keterlambatan KA Pandalungan hingga 4 jam. KAI Daop 9 Jember pastikan KA Blambangan Ekspres kembali beroperasi normal hari ini. (Beritasatu.com/Hisyam Nugroho)

Jember, Beritasatu.com – Bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Jawa Tengah berdampak signifikan pada operasional kereta api di wilayah Daop 9 Jember. Sejumlah rangkaian mengalami keterlambatan parah, bahkan ada yang sempat dibatalkan pada Senin (19/1/2026).

KA Pandalungan relasi Gambir-Jember terpantau baru memasuki Stasiun Jember pada Senin siang sekitar pukul 13.30 WIB. Berdasarkan jadwal resmi, kereta tersebut seharusnya tiba pukul 09.00 WIB, atau mengalami keterlambatan hingga 4 jam 30 menit.

Anita, salah satu penumpang KA Pandhalungan, mengungkapkan dirinya harus bersabar menunggu selama perjalanan akibat imbas banjir tersebut. "Lama banget, tapi namanya musibah alam mau bagaimana lagi. Tadi selama perjalanan kami dapat kompensasi makanan dan air," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Normalisasi Jalur: KA Blambangan Ekspres Kembali Jalan

Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan tersebut. Ia memastikan pihaknya terus bekerja ekstra keras untuk memulihkan jalur agar jadwal keberangkatan kembali stabil.

Kabar baiknya, per hari ini KA Blambangan Ekspres relasi Senen-Banyuwangi dipastikan kembali beroperasi sesuai jadwal melalui jalur utara (Pantura).

"Jalur hilir dan hulu di wilayah terdampak banjir kini sudah dapat dilalui dengan kecepatan terbatas. Tim prasarana KAI telah melakukan penguatan pada tubuh ban jalan rel serta memastikan sistem persinyalan berfungsi baik," jelas Cahyo.

Langkah Pemulihan Bertahap

KAI terus melakukan normalisasi penuh di titik-titik terdampak agar kecepatan kereta api bisa segera kembali ke batas maksimal. Langkah-langkah yang diambil meliputi:

  • Perbaikan Prasarana: Penguatan struktur rel di lokasi bekas banjir.
  • Rekayasa Operasi: Penyesuaian pola perjalanan guna meminimalisir keterlambatan.
  • Kompensasi Penumpang: Pemberian service recovery sesuai aturan bagi penumpang yang terdampak keterlambatan signifikan.

Cahyo menegaskan bahwa keselamatan jiwa tetap menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, pembatalan atau rekayasa jalur akan tetap dilakukan jika kondisi alam dinilai membahayakan perjalanan kereta api.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon