IHR Jateng Derby 2026 Diikuti 169 Kuda dan Sedot 25.000 Penonton
Minggu, 15 Februari 2026 | 23:13 WIB
Semarang, Beritasatu.com — Ratusan kuda pacu dari berbagai daerah di Indonesia unjuk kemampuan dalam ajang Indonesia’s Horse Racing (IHR) Jateng Derby 2026. Kejuaraan ini diharapkan menjadi batu loncatan bagi kuda dan joki nasional untuk bersaing di tingkat internasional.
Antusiasme masyarakat terlihat membludak di Gelanggang Pacuan Kuda Tegalwaton, Minggu (15/2/2026). Ribuan penonton memadati arena untuk menyaksikan langsung persaingan para joki dan kuda terbaik yang bertarung memperebutkan kemenangan di lintasan.
Seri pembuka kompetisi IHR musim 2026 ini menghadirkan total 169 kuda pacu yang turun di 18 kelas perlombaan dengan berbagai kategori dan jarak tempuh berbeda.
Tak sekadar balapan, penyelenggara juga mengemas acara menjadi hiburan keluarga dengan konsep sportainment agar makin menarik minat masyarakat terhadap olahraga pacu kuda. Kehadiran penyanyi sekaligus komentator tamu Ndarboy turut menambah semarak suasana perlombaan.
Ketua Komisi Pacu PP Pordasi, Munawir, mengaku puas melihat tingginya minat peserta dan penonton pada seri pembuka musim ini.
“Antusiasmenya luar biasa. Banyak pemilik kuda menurunkan kuda-kuda terbaik mereka, sehingga setiap kelas berlangsung sangat kompetitif dan seru,” ujarnya.
Sementara itu, joki Michael Soleran mengungkapkan persiapan menuju kejuaraan dilakukan dengan disiplin tinggi, mulai dari latihan fisik hingga memahami karakter masing-masing kuda.
“Saya turun di tujuh kelas dan berhasil meraih tiga gelar juara. Persiapannya sekitar dua bulan dengan latihan rutin, yang paling penting mengenali karakter kuda,” kata Soleran.
VP Marketing & Operation Sarga.Co, Kevin Jonathan Van Houten, menyebut jumlah penonton mencapai puluhan ribu orang sepanjang acara berlangsung.
“Kurang lebih penonton yang hadir mencapai 25.000 orang. Selain tampil bernyanyi, Ndarboy juga ikut memeriahkan acara sebagai komentator,” ujarnya.
Kevin menambahkan, penyelenggara menargetkan ajang ini mampu menjadi pintu masuk bagi kuda dan joki Indonesia menuju kompetisi dunia. “Kami membawa misi Race To The World Stage, supaya pembinaan atlet dan kuda pacu kita bisa mencapai standar internasional,” katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka Lagi pada 13 April 2026




