Penembakan Suami Anggota DPRD Jateng, Motif mulai Terkuak
Selasa, 17 Februari 2026 | 15:44 WIB
Pekalongan, Beritasatu.com - Kasus penembakan oleh orang tak dikenal (OTK) yang menimpa suami anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah mulai mengarah pada dugaan motif serius. Korban menduga peristiwa tersebut berkaitan dengan pendampingannya dalam kasus penculikan seorang pedagang martabak yang saat ini masih bergulir.
Korban, Amat Muzakhim, menyampaikan bahwa setelah insiden penembakan tidak ada teror lanjutan. Korban dan keluarga kini mendapatkan penjagaan ketat dari aparat kepolisian selama 24 jam. "Tidak ada teror lanjutan. Polisi bekerja sangat baik dan kami sekarang dijaga 24 jam," ujarnya, Selasa (17/2/2026).
Amat menegaskan bahwa penembakan yang dialaminya tidak berkaitan dengan kasus penembakan lain yang pernah terjadi sebelumnya. Ia mengaku tidak mengikuti maupun mengetahui detail kasus tersebut.
Namun demikian, ia menaruh kecurigaan bahwa insiden penembakan memiliki keterkaitan dengan pendampingannya terhadap korban penculikan pedagang martabak bernama Yani Sull. Menurutnya, proses hukum kasus tersebut masih berjalan dan telah menetapkan satu orang sebagai tersangka.
"Kalau insting saya, iya, ada kaitannya. Karena kami terus mendampingi peristiwa penculikan itu," ungkapnya.
Ia menilai tidak semua pihak merasa senang dengan upaya pendampingan yang dilakukannya, meskipun selama ini hubungan dengan masyarakat sekitar berjalan baik dan tidak memiliki konflik pribadi.
Kasus penembakan tersebut kini ditangani oleh penyidik Polda Jawa Tengah. Amat berharap aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas pelaku dan motif di balik peristiwa tersebut.
Dalam pernyataan yang cukup mengejutkan, Amat menyebut bahwa berdasarkan keyakinannya, rangkaian kasus pidana yang berkaitan dengan penculikan hingga berujung teror penembakan itu diduga didalangi oleh oknum anggota DPR RI yang masih aktif.
"Kalau menurut saya, ini murni pidana, tapi sangat berkaitan karena didalangi oleh oknum anggota DPR RI yang masih aktif," tegasnya.
Meski menyebut adanya dugaan keterlibatan oknum legislatif, Amat menolak menyimpulkan bahwa peristiwa tersebut bermuatan politik.
"Saya tidak melihat ini persoalan politik. Yang jelas pidana, dan kami hanya berharap semuanya bisa terbuka dan terang benderang," katanya.
Terkait potensi ancaman lanjutan, Amat mengaku pasrah dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat.
"Wallahualam, saya pasrah. Yang jelas ini bagian dari perjuangan," pungkasnya.
Kasus penembakan yang terjadi di wilayah Pekalongan tersebut hingga kini masih dalam proses penyelidikan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka Lagi pada 13 April 2026




