Cuaca Ekstrem Mengamuk di Awal 2026, Jateng Diterjang 53 Bencana
Rabu, 18 Februari 2026 | 10:37 WIB
Semarang, Beritasatu.com - Awal 2026 tampaknya menjadi ujian berat Jawa Tengah, 53 bencana dalam sebulan lebih terjadi. Bencana didominasi banjir akibat cuaca ekstrem. Kabupaten Grobogan paling parah dengan tujuh tanggul jebol, puluhan desa terendam, dan warga masih siaga menghadapi ancaman banjir susulan.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Jawa Tengah Bergas Catur Sasi Penanggungan mengatakan, tingginya intensitas hujan sejak awal tahun memicu rentetan kejadian bencana hidrometeorologi di berbagai daerah.
“Curah hujan yang tinggi menyebabkan banjir, longsor, dan cuaca ekstrem terjadi hampir merata di sejumlah kabupaten/kota,” ujar Bergas saat dikonfirmasi Beritasatu.com, Rabu (18/2/2026).
Berdasarkan data Pusdalops BPBD Jateng, tercatat 22 peristiwa banjir, 11 tanah longsor, dan 20 cuaca ekstrem. Wilayah yang terdampak tersebar, tetapi Kabupaten Grobogan menjadi salah satu daerah dengan dampak paling serius.
Menurut Bergas, pada 15-16 Februari 2026 terjadi rangkaian kejadian banjir yang disertai jebolnya tujuh titik tanggul di Grobogan. Sejumlah sungai seperti Sungai Cabean, Jajarbaru, dan Jratun sempat meluap, tetapi jebolnya tanggul Sungai Tuntang dinilai paling besar dampaknya bagi masyarakat.
“Tujuh titik tanggul jebol tersebar di beberapa kecamatan, termasuk Godong, Tegowanu, dan Karangrayung. Dampak paling luas memang berasal dari Sungai Tuntang karena alirannya langsung menuju kawasan permukiman dan lahan pertanian,” jelas Bergas.
Hingga Selasa (17/2/2026) pagi, BPBD mencatat 27 desa di sembilan kecamatan di Grobogan masih terdampak genangan. Akses jalan menuju Purwodadi di Kecamatan Godong sempat terputus, namun debit air dilaporkan mulai berangsur surut.
Situasi tersebut dimanfaatkan warga bersama aparat gabungan untuk melakukan penanganan darurat. Mereka memperkuat tanggul yang kritis dengan material sementara seperti karung pasir dan bahan penahan lainnya untuk mencegah jebol susulan.
Bergas menambahkan, pendataan kerusakan rumah dan kerugian materi masih terus dilakukan. Karakter banjir bandang yang cepat surut membuat dampak materialnya cukup luas meski genangan tidak bertahan lama.
BPBD Jawa Tengah mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan karena puncak musim hujan masih berlangsung. Potensi cuaca ekstrem dan banjir susulan dinilai masih tinggi, terutama di wilayah rawan banjir dan longsor.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka Lagi pada 13 April 2026




