ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Tanpa Gawai, Anak-anak Jember Asyik Main Permainan Tradisional

Kamis, 29 Mei 2025 | 13:05 WIB
AN
H
Penulis: Ahmad Hisyam Nugroho | Editor: HE
Libur panjang Kenaikan Isa Almasih dimanfaatkan puluhan anak di Dusun Lembungsari, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember untuk bermain permainan tradisional, Kamis, 29 Mei 2025.
Libur panjang Kenaikan Isa Almasih dimanfaatkan puluhan anak di Dusun Lembungsari, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember untuk bermain permainan tradisional, Kamis, 29 Mei 2025. (Beritasatu.com/Hisyam Nugroho)

Jember, Beritasatu.com – Libur panjang akhir pekan dalam rangka Kenaikan Isa Almasih dimanfaatkan puluhan anak di Dusun Lembungsari, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember untuk bermain permainan tradisional.

Kegiatan ini menjadi alternatif positif dalam mengurangi ketergantungan anak terhadap gadget atau gawai serta melestarikan warisan budaya lokal.

Puluhan anak usia balita hingga remaja terlihat antusias berkumpul di Pustaka Ndhalung, sebuah gubuk sederhana yang menjadi pusat aktivitas belajar dan bermain. Mereka tampak ceria memainkan berbagai permainan tradisional anak, seperti engklek, bola sembunyi, gasing kayu, dakon, dan gobak sodor.

ADVERTISEMENT

Tak hanya bermain, kegiatan ini juga disisipkan unsur edukatif. Anak-anak diajak mengikuti kuis dan tebak-tebakan terkait pelajaran sekolah, menggabungkan metode belajar sambil bermain yang menyenangkan.

Inisiatif ini digagas oleh seorang pemuda bernama Abdul Adhim, dengan dukungan para orang tua yang mulai khawatir akan dampak buruk penggunaan gawai berlebihan pada anak-anak.

“Ini tantangan kita semua terhadap maraknya gadget yang sudah bisa diakses oleh anak-anak yang masih belum waktunya. Kita berupaya mencegah mereka agar tidak terkena dampak negatif. Sehingga saat momen libur seperti sekarang kita manfaatkan membuat kegiatan bermain permainan tradisional,” ungkap Adhim, Kamis (29/5/2025).

Adhim menjelaskan, selain mengurangi paparan gadget, permainan tradisional juga mengandung nilai-nilai luhur dan mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh.

“Melalui permainan ini, anak-anak tidak hanya melatih kemampuan motorik kasar dan halus, tetapi juga mengasah kreativitas, sportivitas, kepemimpinan, dan kemampuan problem solving secara alami,” imbuhnya.

Ia berharap kegiatan serupa bisa terus dilakukan dan mendapat dukungan luas, terutama dari para orang tua.

“Tidak hanya upaya dari kami, yang utama ketika di lingkungan rumah, orang tua bisa mengontrol anak terhadap gadget,” tutup Adhim.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon