ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Budi Daya Cacing Tanah, Warga Madiun Raup Puluhan Juta Rupiah

Rabu, 2 Juli 2025 | 09:15 WIB
MP
BW
Penulis: Mustofa Pradana | Editor: BW
Aji Mahmud (32), warga Desa Bolo, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, sukses mengembangkan usaha budi daya cacing tanah di bawah tegakan pohon jati.
Aji Mahmud (32), warga Desa Bolo, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, sukses mengembangkan usaha budi daya cacing tanah di bawah tegakan pohon jati. (Beritasatu.com/Mustofa Pradana)

Madiun, Beritasatu.com — Berawal dari coba-coba, Aji Mahmud (32), warga Desa Bolo, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, kini sukses mengembangkan usaha budi daya cacing tanah.

Dalam waktu kurang dari tiga bulan, pria yang akrab disapa Pak Aji ini mampu memanen lebih dari satu ton cacing dari peternakannya.

Saat ditemui di lokasi budi daya miliknya pada Selasa (1/7/2025), Aji mengaku awalnya hanya tertarik setelah melihat temannya beternak cacing, meskipun jenisnya berbeda. Ia kemudian memilih jenis cacing yang lebih sesuai dengan kondisi lingkungan di daerahnya.

ADVERTISEMENT

“Di sini belum ada yang coba jenis ini. Saya datangkan bibit dari Malang sekitar bulan Mei, sebanyak 20 kilogram,” ujar Aji.

Bibit cacing tersebut ditebar di atas lahan datar yang telah disiapkan sebelumnya. Media tanamnya pun cukup sederhana, menggunakan blotong atau limbah tebu sebagai pakan. Proses perawatan dilakukan dengan menyiram lahan sesuai kebutuhan cuaca. Pada musim kemarau, penyiraman dilakukan dua kali sehari, sedangkan saat musim hujan cukup diberi makan saja.

Tanpa menggunakan teknologi canggih, Aji mampu menghasilkan cacing dalam jumlah besar. Produknya sangat diminati pasar, terutama sebagai pakan burung, umpan memancing, hingga bahan baku industri farmasi.

Harga jual cacing tanah ini bervariasi, mulai dari Rp 15.000 hingga Rp 20.000 per kilogram di tingkat pengepul. Jika dijual langsung ke toko atau konsumen perorangan, harganya bisa mencapai Rp 30.000 hingga Rp 40.000 per kilogram.

Dengan masa panen antara satu hingga tiga bulan, Aji terus memperluas area budi daya miliknya. Ia rutin memindahkan sebagian populasi ke lahan baru untuk menjaga pertumbuhan tetap optimal.

Melalui usaha yang dirintis dengan modal minim dan teknik sederhana, Aji Mahmud membuktikan bahwa potensi ekonomi di desa bisa berkembang pesat jika ditekuni secara konsisten.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT