ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Lodho Ayam Kampung, Kuliner Kaya Rasa Khas Lereng Gunung Kelud

Senin, 7 Juli 2025 | 22:18 WIB
MM
SL
Penulis: Moh. Muajijin | Editor: LES
Kuliner Lodho Ayam Kampung khas lereng Gunung Kelud.
Kuliner Lodho Ayam Kampung khas lereng Gunung Kelud. (Beritasatu.com/Moh Muajijin)

Kediri, Beritasatu.com – Jika Anda berkunjung ke kawasan Gunung Kelud, jangan lewatkan kesempatan mencicipi kuliner khas lereng Gunung Kelud, yakni Lodho Ayam Kampung Bapak’e yang dikelola oleh Ninik Suwarni di Desa Pandantoyo, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Warung milik Ninik ini telah berdiri sejak tahun 2015, dan berhasil menarik perhatian pecinta kuliner karena menyajikan ayam lodho dengan cara yang berbeda. Jika lodho biasanya disajikan dengan kuah santan kuning, maka di warung ini ayam lodho kampung disajikan bersama urap dan trancam, dua jenis sayur tradisional khas Jawa yang segar dan kaya rasa.

Yang membuatnya semakin istimewa, proses memasak masih menggunakan tungku tradisional dari kayu bakar. Teknik ini diyakini membuat bumbu lebih meresap dan tekstur daging ayam kampung menjadi empuk, tanpa kehilangan cita rasa gurih dan pedas yang khas.

ADVERTISEMENT

Salah seorang pelanggan asal Tulungagung, Asmaul Husna, mengaku puas setelah mencicipi lodho buatan Ninik. “Rasanya gurih, pedasnya meresap, dan tekstur dagingnya empuk meski pakai ayam kampung. Suasananya juga sejuk karena berada di lereng Gunung Kelud,” ujarnya, Senin (7/7/2025).

Tak hanya dari Kediri, pelanggan juga datang dari berbagai kota di Jawa Timur dan sekitarnya. Bahkan, warung ini pernah dikunjungi oleh pejabat daerah, artis, hingga tokoh agama seperti Gus Iqdam dari Blitar.

Ninik menjelaskan bahwa selain menggunakan resep bumbu rahasia turun-temurun, kunci dari kelezatan masakannya terletak pada proses memasak secara tradisional. "Kami memang sengaja menggunakan tungku agar bumbunya lebih meresap dan rasa ayamnya lebih nikmat," kata Ninik.

Menariknya, warung ini juga menawarkan konsep prasmanan sederhana. Pelanggan dapat mengambil nasi, ayam lodho, dan urap sesuai selera mereka. Harga satu porsi pun terbilang terjangkau, hanya Rp 21.000.

Dalam sehari, warung ini mampu menghabiskan hingga 20 ekor ayam kampung, dan pada akhir pekan jumlah tersebut bisa meningkat hingga 25–30 ekor ayam.

Kuliner Lodho Ayam Kampung Bapak’e menjadi bukti bahwa masakan tradisional dengan resep autentik dan teknik memasak alami tetap memiliki tempat istimewa di hati masyarakat

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon