ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Terlilit Utang, Wanita di Tuban Rekayasa Dibegal demi Hindari Cicilan

Minggu, 14 September 2025 | 17:28 WIB
S
BW
Penulis: Suwanto | Editor: BW
Polisi menangkap seorang wanita di Tuban yang merekayasa dibegal demi menghindari cicilan motor.
Polisi menangkap seorang wanita di Tuban yang merekayasa dibegal demi menghindari cicilan motor. (Beritasatu.com/Suwanto)

Tuban, Beritasatu.com – Seorang wanita berinisial SU (32), warga Kelurahan Kebonsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Jawa Timur, nekat merekayasa aksi begal demi terbebas dari cicilan motor.

Untuk meyakinkan aksinya, SU bahkan melukai dirinya sendiri menggunakan batu dan silet kecil.

Namun, kebohongan tersebut akhirnya terbongkar setelah polisi melakukan penyelidikan selama 13 hari atas laporan palsu begal yang disebut terjadi di belakang RSUD Dr Koesma Tuban. Kejanggalan terungkap ketika polisi meminta keterangan lebih lanjut dari SU.

Kanit Jatanras Polres Tuban Ipda Moh Rudi menjelaskan, saat itu korban diantar suaminya ke belakang RSUD Koesma Tuban. Setelah itu, SU melukai tangannya dengan silet kecil dan memukul kepalanya menggunakan batu, lalu berpura-pura pingsan.

ADVERTISEMENT

“Pelaku pura-pura pingsan di jalan. Warga yang melihat kemudian menolong dan membawanya ke rumah sakit. Setelah dari RSUD, korban membuat laporan palsu bahwa dirinya menjadi korban begal dan motornya hilang. Ia juga melapor ke pihak leasing agar tidak membayar angsuran,” ungkap Rudi.

Merasa ada yang janggal, polisi kembali memanggil SU untuk dimintai keterangan. Setelah didesak, akhirnya SU mengaku bahwa motor tersebut tidak hilang, melainkan digadaikan Rp 7 juta di Kelurahan Mondokan.

“Ternyata motor tidak dibegal, tetapi digadaikan. Karena motor masih kredit di leasing Adira, ia membuat laporan palsu agar tidak perlu bayar cicilan. Motor itu sudah 2 tahun berjalan dengan sisa pelunasan sekitar Rp 9 juta,” tambah Rudi.

SU mengaku nekat melakukan aksi tersebut karena terlilit utang dan terdesak kebutuhan ekonomi. Nafkah suami disebutnya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Sudah tidak ada jalan keluar karena utang saya banyak. Nafkah dari suami kurang untuk kebutuhan, bayar cicilan bank, dan angsuran motor. Ide ini muncul spontan karena terdesak,” ucap SU.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon