ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Santri Selamat dari Tragedi Musala Ponpes Al-Khoziny Mengaku Trauma

Sabtu, 4 Oktober 2025 | 12:22 WIB
PS
RA
Penulis: Putu Ayu Pratama Sugiyo | Editor: RP
Nanang Saifur Rizal, salah satu santri yang menjadi korban selamat dari tragedi ambruknya musala Pondok Pesantren Al-Khoziny, Sidoarjo.
Nanang Saifur Rizal, salah satu santri yang menjadi korban selamat dari tragedi ambruknya musala Pondok Pesantren Al-Khoziny, Sidoarjo. (Beritasatu.com/Putu Ayu Pratama Sugiyo)

Malang, Beritasatu.com - Nanang Saifur Rizal (16) menjadi salah satu korban selamat dalam tragedi ambruknya musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny Sidoarjo, Jawa Timur. Meski demikian, Nanang mengaku dirinya kini mengalami trauma.

Nanang masih menyimpan duka dan trauma mendalam. Kepanikan atas insiden tragis yang merenggut nyawa teman-temannya tersebut masih terekam jelas di ingatannya.

“Kadang masih takut, sering kepikiran dan ada traumanya keingat kejadian itu,” kata Nanang ditemui di kediaman pribadinya di Malang, Sabtu (4/10/2025).

ADVERTISEMENT

Saat kejadian, santri asal Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang ini mengaku dirinya sempat terjepit sebelum berhasil selamat dari reruntuhan beton. Kala itu, dirinya bersama ratusan santri lain tengah menjalankan salat ashar di lantai paling dasar. Sementara itu, di waktu yang bersamaan tengah dilakukan pengecoran di lantai tiga musala.

Ketika para santri menjalankan salat berjamaah saat rakaat ketiga, bambu penyangga cor tiba-tiba terjatuh. Tak lama, Nanang merasakan getaran dan seketika bangunan ambruk. 


“Pas salat rakaat ketiga, ketika itu salatnya belum selesai. Tiba-tiba ada bambu yang jatuh dari atas, lama-lama ada kayak gempa begitu dan terus ambruk,” jelasnya.

Setelah merasakan getaran, ia panik dan langsung lari untuk menyelamatkan diri. Naas, tak sempat keluar musala, Nanang justru tertimpa reruntuhan. Kepalanya terjepit besi penyangga, hingga membuat dirinya terjatuh.

“Ketika salat memang musala penuh, di lantai paling bawah penuh, kemudian lantai dua kosong, lantai tiga juga kosong. Nah di lantai empat ada proses pengecoran, posisi ada pekerja dan semen masih basah,” ungkapnya.

Beruntungnya, ia menemukan celah untuk menyelamatkan diri dari reruntuhan beton. Meski Nanang membutuhkan waktu cukup panjang untuk menyelamatkan diri.

“Saya pas jatuh itu masih kuat, ada teman-teman yang kejang-kejang. Tetapi enggak lama dia bisa duduk. Pas saya keluar, alhamdulillah pas dekat dengan lubang kecil. Kurang lebih terjebak di dalam kurang lebih 30 menit,” tutup Nanang.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

BNPB: 53 Tewas, 10 Masih Hilang Imbas Tragedi Musala Ponpes Al-Khoziny

BNPB: 53 Tewas, 10 Masih Hilang Imbas Tragedi Musala Ponpes Al-Khoziny

JAWA TIMUR
Polisi Kirim DNA ke Jakarta guna Identifikasi Korban Musala Al-Khoziny

Polisi Kirim DNA ke Jakarta guna Identifikasi Korban Musala Al-Khoziny

JAWA TIMUR

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT