BMKG: Surabaya Diprediksi Rob dan Cuaca Ekstrem Pekan Ini
Rabu, 18 Februari 2026 | 07:00 WIB
Surabaya, Beritasatu.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda mengimbau warga pesisir Surabaya untuk mewaspadai potensi banjir rob pada periode 13–20 Februari 2026 akibat pasang maksimum air laut.
Selain itu, BMKG juga memprediksi potensi cuaca ekstrem pada 15–21 Februari 2026, berupa hujan lebat, angin kencang, hujan es, hingga angin puting beliung.
Dampaknya, kawasan Osowilangun, Surabaya, sempat dilanda banjir akibat hujan berintensitas tinggi yang diperparah oleh kenaikan permukaan air laut.
Setelah air surut, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya langsung melakukan penelusuran lapangan untuk memastikan penyebab utama banjir. Salah satu temuan di lokasi adalah saluran air yang tersumbat tumpukan sampah.
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Hidayat Syah mengatakan, petugas segera melakukan pengecekan menyeluruh pada saluran bawah tanah setelah air surut.
Ia menyebut, aliran air sempat meluap hingga ke jalan utama, sehingga diperlukan koordinasi dengan petugas lalu lintas agar proses pembersihan berjalan aman dan lancar.
“Kami sudah turun ke lapangan untuk memastikan kondisi saluran. Fokus kami adalah membersihkan sampah di dalam saluran bawah jalan agar aliran kembali normal. Pengerukan masih terus dilakukan secara bertahap supaya tidak ada lagi material yang menghambat aliran air," kata Hidayat Syah kepada wartawan, Selasa (17/2/2026).
"Kami juga mengimbau pentingnya peran bersama dalam menjaga kebersihan saluran agar ke depan aliran air tetap lancar,” ujarnya.
Hidayat Syah menjelaskan, lokasi penanganan berada di Sungai Kalianak. Gorong-gorong yang sebelumnya tertutup telah dibuka melalui manhole agar proses pembersihan lebih optimal.
Jika diperlukan, maka akses di sekitar lokasi juga ditutup sementara untuk memperlancar pengangkutan sampah.
Selain penanganan di lapangan, Pemkot Surabaya terus mengoptimalkan operasional rumah pompa serta memperkuat koordinasi lintas instansi sebagai langkah antisipasi ke depan.
Seluruh petugas disiagakan dengan sistem kerja bergantian selama 24 jam guna memastikan respons cepat jika terjadi peningkatan debit air.
“Pompa kami operasikan terus dengan sistem shift. Tim pagi, sore, dan malam semuanya siaga, termasuk petugas pembersihan sampah di saluran dan screen. Kesiapan bahan bakar serta sarana pendukung juga kami pastikan aman,” imbuhnya.
Ia menambahkan, kawasan Osowilangun terhubung dengan sejumlah jaringan sungai dan saluran utama, termasuk yang berada di bawah kewenangan pemerintah pusat. Karena itu, penanganan banjir memerlukan sinergi lintas instansi agar hasilnya lebih optimal.
“Untuk saluran besar seperti Sungai Kalianak, Sungai Kandangan, dan alur menuju laut, kami terus berkoordinasi dengan instansi di tingkat nasional. Pemkot Surabaya siap berkolaborasi demi kelancaran pengelolaan saluran serta menjaga keselamatan dan kenyamanan warga,” tutupnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka Lagi pada 13 April 2026




