ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pakar Sebut Anak Sudah Bisa Memilih Sejak Usia 18 Bulan

Jumat, 28 Juli 2023 | 13:33 WIB
A
WP
Penulis: Antara | Editor: WDP
Ilustrasi anak-anak.
Ilustrasi anak-anak. (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Dokter spesialis anak yang tergabung dalam Ikatan Dokter Anak Indonesia, dr Yuni Astria SpA menyatakan bahwa anak-anak sebaiknya diajari untuk memilih mulai dari usia 18 bulan hingga tiga tahun, dengan dimulai dari pilihan-pilihan yang sederhana.

"Ini terlihat mudah, tetapi perlu dilatih. Kita melatih kemampuan mereka untuk mengaktualisasikan nilai dan keputusan sejak usia dini, mulai dari 18 bulan hingga tiga tahun," ujar dia Kamis (27/7/2023).

Yuni memberikan contoh bahwa orangtua dapat meminta anak memilih antara ayam atau ikan sebagai lauk makan siang, atau bertanya tentang pilihan warna sepatu, apakah merah atau biru, untuk dikenakan hari ini.

ADVERTISEMENT

Prinsipnya, orangtua sebaiknya memberikan pilihan yang mereka setujui, bukan hanya dengan jawaban ya atau tidak.

"Jangan memberikan pilihan dengan jawaban ya atau tidak. Misalnya, 'Apakah kamu mau makan atau tidak?' Kalau dijawab tidak, bagaimana? Pilihan harus berada dalam koridor yang orangtua setujui," kata Yuni.

Dia berpendapat bahwa memberikan pilihan pada anak merupakan bagian dari asuhan orangtua terhadap anak. Hal ini juga termasuk dalam kebutuhan primer anak, termasuk imunisasi.

Tidak hanya memberikan asuhan, lanjut Yuni, anak juga harus diberikan asih dan asah yang memadai. Asih berarti memberikan pujian dan dukungan saat anak berhasil melakukan sesuatu, meskipun hal tersebut tidak terlalu kompleks.

Sementara itu, asah berarti memberikan stimulasi kepada anak secara terus-menerus untuk perkembangan motorik kasar dan halus, keterampilan sosial, dan bahasa mereka. Stimulasi ini harus dilakukan dengan perlahan dan tanpa unsur paksaan terhadap anak.

"Kadang-kadang kita berhenti pada asuhan saja. Cukup memenuhi kebutuhan finansial untuk anak, seperti membelikan mainan dan makanan. Namun, aspek lainnya akhirnya lebih banyak terfokus pada penggunaan gadget," tutur Yuni yang kini berpraktik di RS Karya Medika.

Yuni menambahkan bahwa memberikan asah, asih, dan asuh yang memadai pada anak akan membantu mereka menjadi generasi pemimpin yang mandiri dan percaya diri di masa depan.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Ini Dampak Buruk Berikan Gadget pada Anak di Bawah 2 Tahun

Ini Dampak Buruk Berikan Gadget pada Anak di Bawah 2 Tahun

LIFESTYLE
Lebih dari 200 Anak Diculik dalam Serangan ke Sekolah Katolik Nigeria

Lebih dari 200 Anak Diculik dalam Serangan ke Sekolah Katolik Nigeria

INTERNASIONAL
Sarwendah ke Psikolog Usai Didatangi Debt Collector, Anak Ikut Trauma

Sarwendah ke Psikolog Usai Didatangi Debt Collector, Anak Ikut Trauma

LIFESTYLE
Waspada! Diabetes Anak Naik Tajam, Orang Tua Perlu Tahu Tanda-tandanya

Waspada! Diabetes Anak Naik Tajam, Orang Tua Perlu Tahu Tanda-tandanya

LIFESTYLE
Zaskia Sungkar Resmi Umumkan Jenis Kelamin Anak Kedua: Laki-laki

Zaskia Sungkar Resmi Umumkan Jenis Kelamin Anak Kedua: Laki-laki

LIFESTYLE
Psikolog Ungkap Panduan Pilih Tayangan TV Tepat untuk Anak

Psikolog Ungkap Panduan Pilih Tayangan TV Tepat untuk Anak

LIFESTYLE

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT