Hollywood vs Realita, Fakta Sesungguhnya dari Film Gran Turismo
Kamis, 24 Agustus 2023 | 07:00 WIB
Di sana, mereka dinilai di lintasan dan di luar lintasan, dan terjadi proses eliminasi hingga balapan final untuk menentukan pemenang. Hanya pemenang yang akan melanjutkan ke tahapProgram Pengembangan Pembalap Nissan, di mana mereka akan menjalani 2-4 bulan pelatihan dan beberapa balapan uji kualifikasi guna memperoleh lisensi balap internasional.
Sosok Danny Moore
Danny Moore yang diperankan oleh Orlando Bloom dari Darren Cox, pendiri GT Academy. Dalam film Gran Turismo, Moore digambarkan sebagai seorang eksekutif pemasaran Nissan yang mengusulkan GT Academy kepada dewan.
Mereka memberikan lampu hijau dan siap merekrut pembalap dalam waktu yang tampak seperti seminggu. Faktanya, Cox mengusulkannya pada tahun 2006 dan butuh dua tahun hingga ide tersebut diimplementasikan.
Darren Cox sendiri mengaku tidak keberatan dengan penggambaran dirinya seperti dalam film.
"Adegan-adegan di mana saya terlihat seperti korporat yanh konyol, itu tidak terjadi. Betul, saya adalah orang yang mempertaruhkan karier saya untuk membuat GT Academy terwujud. Bagian-bagian di mana saya meragukan Jann seharusnya menang atau orang lain, itu sama sekali tidak terjadi," kata Cox kepada Dexerto.
"Hal-hal ini harus dilakukan karena ini Hollywood, tetapi karakter nyata saya sama sekali bukan tentang mencoba menyelamatkan momen. Danny adalah aproksimasi dari diri saya, tetapi tentu tidak sebanyak pemberontak seperti saya dan program itu dahulu," tambahnya.
Sosok Jack Salter
David Harbour memerankan Jack Salter, seorang mantan pembalap yang direkrut oleh Danny Moore untuk menjalankan GT Academy. Salter bukanlah karakter riil di dunia nyata, melainkan karakter komposit, yang terinspirasi dari beberapa orang yang berjasa dalam karier balap Jann Mardenborough.
Salah satunya ialah Gavin Gough, praktisi NLP dan hipnosis olahraga yang ditemui Mardenborough di akademi. Darren Cox juga mengatakan bahwa Salter adalah kombinasi dari tiga atau empat orang.
"Ada seorang pria bernama Ricardo Davila yang adalah perancang mobil, legenda sejati, dan dia adalah seorang insinyur. Ada manajer tim, seorang pria bernama Bob Neville, yang menjalankan tim. Ada sedikit sifat pemberontak dari diri saya, jika Anda mengerti apa maksud saya. Dan kemudian ada beberapa pelatih, pelatih mental dan pelatih fisik dan pelatih mengemudi," ungkapnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E






