Apa Itu Mati Batang Otak yang Menimpa Almarhum Alvaro?
Rabu, 4 Oktober 2023 | 10:26 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Nasib malang menimpa seorang anak di Bekasi, Benediktus Alvaro Darren (7) yang meninggal operasi amandel. Sebelumnya bocah yang akrab disapa Alvaro ini divonis mati batang otak (brain dead) dan mengalami koma selama 20 hari.
Penyebab Alvaro mengalami mati batang otak hingga akhirnya meninggal dunia masih menjadi misteri. Dalam konferensi pers RS Kartika Husada Jatiasih mengatakan pihaknya sudah berupaya merujuk Alvaro ke rumah sakit lain. Namun, rumah sakit tujuan yang dinilai memiliki fasilitas lebih baik tidak ada yang mau menerima.
Buntut dari peristiwa ini, keluarga Alvaro telah melaporkan pihak rumah sakit ke Polda Metro Jaya.
Apa Itu Mati Batang Otak?
Menurut National Library of Medicine, mati batang otak atau brain dead didefinisikan sebagai hilangnya seluruh fungsi otak secara permanen, termasuk batang otak. Orang yang mengalami brain dead tidak akan bisa sadar kembali. Jantung akan tetap berdetak dan masih bisa bernapas hanya menggunakan alat bantu penunjang hidup.
Batang otak sendiri adalah bagian bawah otak yang terhubung ke sumsum tulang belakang (bagian dari sistem saraf pusat di tulang belakang). Batang otak mengatur sebagian besar fungsi otomatis organ penting pada tubuh, termasuk pernapasan, denyut jantung, dan tekanan darah.
Batang otak juga menyampaikan informasi dari otak ke seluruh tubuh, sehingga berperan penting dalam fungsi inti otak seperti fungsi kesadaran, kewaspadaan, dan pergerakan. Jadi, setelah seseorang mengalami mati batang otak, sangat mustahil bisa sembuh atau sadar kembali.
Penyebab Mati Batang Otak
Dikutip dari National Health Service Inggris, penyebab utama mati batang otak adalah ketika suplai darah atau oksigen ke otak terhenti. Terhentinya suplai darah dan oksigen dapat disebabkan oleh hal-hal berikut:
- Serangan jantung
- Strok
- Pembekuan darah
- Cedera kepala parah
- Pendarahan otak
- Infeksi
- Tumor otak
Mati Batang Otak Berbeda dengan Koma
Mati batang otak sering disalahartikan sebagai kondisi vegetatif yang persisten atau bahasa awamnya koma, padahal keduanya sangat berbeda.
Keadaan vegetatif yang persisten berarti orang tersebut telah kehilangan fungsi otak yang lebih tinggi, tetapi, batang otaknya yang tidak rusak masih memungkinkan fungsi-fungsi penting seperti detak jantung dan pernapasan tetap berjalan. Seseorang dalam keadaan vegetatif masih hidup dan dapat pulih sampai tingkat tertentu seiring berjalannya waktu. Sedangkan mati batang otak berarti orang tersebut telah meninggal dunia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Jet AS Rontok di Iran, Ini Daftar Peristiwa yang Memalukan Amerika




